JP RADAR KEDIRI - Sumber Buntung berada dekat dengan permukiman masyarakat. Tak ayal, mata air ini juga sangat dekat dengan aktivitas sehari-hari warga setempat. Sudah bertahun-tahun lamanya, mata air dimanfaatkan warga setempat untuk mandi hingga mencuci pakaian.
Mata air ini terletak di salah satu sudut Desa Tempurejo, Kecamatan Wates. Untuk menuju ke sana, akses yang ditempuh terbilang mudah. Lokasinya hanya berjarak sekitar 600 meter dari Balai Desa Tempurejo. Atau hanya 150 meter dari Jalan Raya Wates-Plosoklaten.
Kawasan mata air ini dikelilingi permukiman padat penduduk. Beruntung, masih ada beberapa pohon-pohon besar berbagai ragam yang mengelilingi mata air itu. Keberagaman vegetasi itu juga yang membuat mata air ini tak pernah mengering. Bahkan saat musim kemarau sekalipun.
Baca Juga: Inilah Sosok Misbachul Munir, Anak Gen Z yang Masih Mau Menekuni Kerajinan Para Orang Tua
“Dari dulu sudah ada seperti ini. Karena sering dipakai warga, akhirnya urunan dibangun tembok,” ujar Purwaningsih, warga setempat.
Kawasan mata air itu memang sudah tak sepenuhnya alami. Beberapa bagian diberi bangunan permanen untuk kebutuhan warga mencuci pakaian. Hanya saja, di ujung pintu airnya sedikit dibendung agar air bisa tertampung untuk mandi masyarakat.
“Di sini setiap hari warga mandi sama nyuci baju. Dulu semua kalau nyuci pasti ke sini, tapi sekarang tinggal beberapa saja karena sudah banyak yang punya sumur dan mesin cuci sendiri,” lanjutnya.
Saking seringnya, hampir setiap saat masyarakat selalu beraktivitas di kawasan mata air. Saat sore atau malam hari sekalipun. “Kalau saya asal lagi nggak capek saja pasti nyuci baju di sini. Karena enak, airnya bersih dan mengalir terus. Orang-orang yang dekat lingkungan sini juga sudah biasa, bahkan malam nyuci di sini juga biasa,” tandasnya.
Karena kerap dijadikan tempat mandi warga, di sekeliling mata air juga diberi penutup berupa kain-kain. Apalagi, sejak pembangunan dilakukan oleh masyarakat pada awal tahun 2000-an lalu. “Inisiatif warga saja. Semua urunan untuk membangun ini,” tegas ibu empat anak itu. (ais/ut)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah