Melihat Sumber Ganggong di Desa Sidomulyo, Kecamatan Wates,Kini Jadi Tempat Jujukan Memancing dan Healing,Dulu Desa Sidomulyo, Kecamatan Wates pernah memiliki tempat wisata alam. Lokasinya berada di Sumber Ganggong. Namun akibat pandemi Covid-19, sumber tersebut kini hanya menjadi tempat pemancingan.
Sumber Ganggong di Desa Sidomulyo, Kecamatan Wates pernah menjadi spot wisata desa pada 2020 silam. Sayangnya, kondisi tersebut tidak berlangsung lama.
“Sebelum menjadi tempat wisata, awalnya dulu sumber ganggong ini mirip hutan belantara,” terang Kepala Desa Sidomulyo, Kecamatan Wates Bambang Erwanto.
Bukan tanpa alasan kenapa disebut hutan. Pasalnya di sekitar sumber banyak ditumbuhi pohon dengan ukuran besar. Selain itu juga banyak tumbuhan liar. Setelah dibersihkan, perlahan kawasan tersebut diberi beberapa fasilitas tambahan. Mulai dari kolam renang, spot foto, tempat berjualan, MCK, hingga tempat berjualan.
Baca Juga: Profil Desa Blimbing, Gurah, Kabupaten Kediri: Dorong Kemandirian Warga untuk Mendulang Cuan
Namun karena adanya pandemi Covid-19, membuat tempat wisata tersebut menjadi kehilangan pesona. Secara berangsur jumlah pengunjung mengalami penurunan. “Sekarang hanya untuk tempat memancing,” tuturnya.
Kondisi sumber yang sepi menjadi tempat favorit pemancing. Setiap hari akan ada pungnjung yang memancing di sana. Namun paling ramai saat akhir pekan.
Meski tidak lagi menjadi tempat wisata, pemdes tetap merawat sumber tersebut. Sebab dari wisata tersebut membuat desa mendapatkan berbagai prestasi. Bahkan desa tersebut menjadi destinasi wisatawan hingga dari luar negeri.
“Dulu desa ini pernah menjadi juara desa wisata. Bahkan bupati yang meresmikannya,” kenang Bambang.
Olahan Jamur Crispy Buatan Warga Sidomulyo Laku ke Kota-Kota Besar
Warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Wates banyak yang menggeluti usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Seperti Nafi’atut Darojat. Perempuan berusia 38 tahun tersebut menekuni usaha ternak dan pengolahan jamur.
Baca Juga: Menelusuri Sumber-Sumber Air di Kediri: Sumber Soko Jadi Tempat Nyadran Warga Desa Menang
“Awal mula saya hanya usaha jamur segar yang mulai dirintis di tahun 2004,” jelas Nafi.
Pada tahun 2004, usaha jamur tersebut masih dikelola oleh ibunya. Baru pada tahun 2008 Nafi’ mengambil alih usaha tersebut. Selain beternak jamur usaha tersebut sudah menjadi satu dengan pengolahannya. Dulu usaha tersebut digeluti karena masih jarang pesaing.
Karena banyaknya permintaan, akhirnya dia memberdayakan masyarakat sekitar. Salah satunya untuk tenaga panen jamur hingga produksi pengolahan jamur menjadi keripik. Menurut Nafi’, produk olahan jamur crispy dirasa sangat tepat dan memiliki untung yang besar.
Nafi’ menjelaskan, keripik jamur yang diolahnya itu tidak hanya dipasarkan di Kediri saja. “Karena penjualan melalui media sosial, pembelinya tidak hanya dari Kediri saja,” imbuhnya.
Baca Juga: Profil Desa Dukuh, Ngadiluwih, Kabupaten Kediri: Warga Fokus Kelola Sektor Wisata dan Tradisi
Pemasaran melalui media sosial ini dimulai dari facebook, website, dan online shop. Karena itulah yang membeli tidak hanya dari Kediri. Untuk wilayah Indonesia, keripik jamur buatannya sudah terbang hingga Sumatera dan Sulawesi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah