Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Blimbing, Gurah, Kabupaten Kediri: Dorong Kemandirian Warga untuk Mendulang Cuan

Habibaham Anisa Muktiara • Senin, 13 Mei 2024 | 17:42 WIB

Photo
Photo

JP RADAR KEDIRI- Karya fanart buatan Haris Sunarya banyak disukai untuk dijadikan profil picture atau feed di instagram.Dorong Kemandirian Warga Desa Blimbing, Kecamatan Gurah.Kreatif,Maksimalkan Kemampuan Desain untuk Mendulang Cuan

Banyak jalan menuju Roma. Banyak pula jalan untuk mencari uang. Itu yang diterapkan Haris Sunarya. Warga Desa Blimbing ini bisa meraup rupiah dari kreativitasnya membuat desain fanart.

“Gambar fanart tidak sama persis dengan tokoh atau karakter asli yang ditiru, tetapi menyerupai,” terang Haris Sunarya.

Baca Juga: Menelusuri Sumber-Sumber Air di Kediri: Sumber Soko Jadi Tempat Nyadran Warga Desa Menang

Bukan tanpa dasar. Haris memang lulusan jurusan DKV Universitas Komputer Indonesia (Unikom). Pada saat itu yang menggunakan jasanya kebanyakan teman-teman kuliahnya. Kini, kebanyakan fanart buatannya banyak diposting di sosial media dan sebagai profil picture.

Haris menjelaskan, bahwa gambar fanart memang dibuat tidak sama persis dengan tokoh atau karakter asli. Tetapi menyerupai. Sebab, dalam seni menggambar, antara satu orang dengan orang lain memiliki aliran menggambar berbeda.

“Jika sama dengan asli tidak ada bedanya dengan yang sketsa,” jelas pria berusia 30 tahun ini.

Baca Juga: Profil Desa Dukuh, Ngadiluwih, Kabupaten Kediri: Warga Fokus Kelola Sektor Wisata dan Tradisi

Menurut Haris, seseorang yang membuat gambar fanart pada umumnya memiliki aliran menggambar tersendiri. Aliran menggambar inilah yang nantinya membedakan satu dengan lainnya. Gambar fanart juga boleh dikreasikan seunik mungkin. Fanart yang baik adalah fanart yang dikreasikan secara unik dan imajinatif. Tanpa menghilangkan cerminan dari sifat asli tokoh atau karakter yang digambar.

“Untuk membuat fanart tergantung tingkat kesulitannya, paling lama kurang lebih tiga jam,” ungkapnya. Jika tokoh atau karakter yang dibuat mudah, ia hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu setengah jam. Menurutnya, yang membuat lama adalah ketika pada gambar tersebut terdapat corak batik. Karena corak batik yang relatif rumit.

Dalam membuat fanart, warnanya menyesuaikan pakaian yang digunakan oleh tokoh. Sedangkan untuk background, agar tidak membuat tokoh fanart terlihat menonjol dia menggunakan warna-warna yang colorfull. Namun tidak mencolok.

Baca Juga: Profil Desa Karangrejo, Ngasem, Kabupaten Kediri: Warga Rutin Rawat Sumber Kweden Dorong Jadi Objek Wisata

Pemdes Blimbing Komitmen Jaga dan Kembangkan Sumber Kawitan

Desa Blimbing, Kecamatan Gurah memiliki sebuah sumber mata air yang masih asri. Namanya adalah Sumber Kawitan. Lokasi tepatnya berada di Dusun Blimbingbarat. Karena lokasinya dekat dengan pemukiman, sumber air tersebut kerap dimanfaatkan oleh masyarakat desa.

“Kalau musim kemarau airnya masih ada, hanya saja debitnya berkurang,” terang Kepala Desa Blimbing, Kecamatan Gurah Agus Dwi Waluyo.

Selain dekat dengan pemukiman, sumber ini juga dekat dengan jalan antar desa. Sehingga akses menuju sumber sangat mudah. Jika diamati, di ujung salah satu jalan yang berdempetan langsung dengan lokasi sumber terdapat sebuah anak tangga. Anak tangga tersebut merupakan jalan menuju mata air. Setelah menuruni anak tangga, akan dapat melihat langsung lokasi sumber.

Baca Juga: Profil Desa Sonorejo, Grogol, Kabupaten Kediri: Warganya Bisa Sulap Batu Tak Beraturan Menjadi Pot Cantik

Meski berada di antara pepohonan bambu, mata air ini nampak bersih dan terawat. Kawasan sumbernya diberi bangunan pengaman di sekelilingnya. “Sumber ini masih digunakan warga untuk mencuci dan anak-anak bermain untuk bermain air,” ucapnya.

Walau digunakan untuk mencuci, kondisi air tetap terawat. Sebab mereka mencuci tidak langsung di sumbernya. Saat kemarau jumlah warga yang mencuci di sumber akan bertambah. Sebab pada saat musim kemarau kebanyakan debit air sumur milik warga akan berkurang. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #Kreatifitas #kerajinan #Fanart #sumber mata air #wisata air #inspiratif #jawa pos #gurah