KEDIRI, JP Radar Kediri - Sumber mata air ini punya dua sebutan. Selain Sumber Soko, warga mengenalnya dengan mata air Sumber Tempuran. Selain sebagai penyangga untuk memenuhi kebutuhan irigasi persawahan di Desa Menang, Pagu, sumber mata air ini rutin dikunjungi warga.
“Masyarakat seringnya nyadran setiap Sura. Biasanya acara bersih-bersih desa,” ujar Zainal, warga setempat.
Aktivitas nguri-uri tradisi itupun rutin digelar setiap tahun. Karena itu, meski berada di tengah sawah, mata air ini cukup terjaga kelestariannya. Airnya terus mengalir bahkan saat kemarau seperti saat ini sekalipun.
Alasan warga melakukan nyadran di lokasi Sumber Tempuran ini karena sumber ini dianggap telah memberi penghidupan bagi petani yang menggarap sawah di desa setempat. Dari sumber itu, masyarakat bisa mengaliri persawahannya.
Baca Juga: Menelusuri Sumber-Sumber Air di Kediri: Sumber Soko Tetap Mengalir meski di Musim Kemarau
Sumber mata airnya tidak berhenti menyembur karena ditopang berbagai macam pohon. Keragaman vegetasi itu berperan sebagai konservasi mata air. Apalagi ukuran pohon di sekeliling mata air terbilang besar. Ada pohon trembesi dan sukun.
Kawasan yang dibangun dengan bangunan permanen berupa plengsengan di sekelilingnya tetap mengeluarkan air dari celah retakan. Adapun untuk menuju ke mata air ini, harus melewati jalan setapak sepanjang hampir 500 meter.
“Airnya sampai sekarang masih tetap dipakai untuk pengairan sawah,” kata Supardi, warga setempat lainnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah