Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Gampeng, Gampengrejo, Kabupaten Kediri: Kreativitas Warga Jadikan Sumber Pendapatan Halaman Kediri Raya

Habibaham Anisa Muktiara • Jumat, 3 Mei 2024 | 16:54 WIB
LESTARIKAN BUDAYA: Wayang dari kertas duplex buatan Rahman memiliki detail dan finishing yang rapi.
LESTARIKAN BUDAYA: Wayang dari kertas duplex buatan Rahman memiliki detail dan finishing yang rapi.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Wayang adalah seni pertunjukkan asli Indonesia. Kesenian ini berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali. Seni pertunjukan ini disukai semua kalangan. Mulai dari yang muda hingga tua. Seperti halnya Rahman, warga Desa/Kecamatan Gampengrejo. Dia mengaku jatuh cinta dengan seni pertunjukan wayang.

Karena rasa sukanya, dia banyak bereksperimen untuk membuat wayang. Namun, dia memilih material kertas. Salah satu alasannya agar harganya lebih terjangkau. “Kalau wayang dari kulit terlalu mahal. Terutama untuk anak kecil,” ujarnya.

Dari sekian percobaan, Rahman lebih cocok dengan material kertas duplex. “Saya sudah membuat wayang kertas ini dari tiga tahun yang lalu,” terang laki-laki berusia 49 tahin ini.

Dengan wayang kertas duplex, uang Rp 50.000 sudah bisa dibelikan wayang. Wayang buatan ayah empat anak ini memiliki berbagai ukuran dan tokoh. Ukuran wayang buatannya memiliki panjang mulai dari 20 hingga 50 sentimeter.

Untuk membuat wayang, Rahmat sudah belajar ketika masih muda. Mulanya, dia membuat wayang karena permintaan dari putranya. Wildan Janathan, sang buah hati juga menyukai wayang. Wildan yang saat itu berusia sembilan tahun meminta dibuatkan wayang.

“Membuat wayang juga menjadi salah satu bentuk saya menyebarkan kesenian ini,” kata ayah empat anak ini.

Agar wayang dapat disukai anak-anak, dia tidak hanya membuat wayang sesuai tokoh aslinya. Namun ia juga melakukan pengembangan dengan membuat wayang boneka. Wayang boneka ini tetap menggunakan karakter wayang, hanya saja mimik wajahnya dibuat agar lebih lucu. 

Manfaatkan Limbah Bambu Jadi Kerajinan Tangan Menarik

Limbah bambu kadang dibuang begitu saja. Padahal, di tangan orang yang tepat, material itu bisa bernilai ekonomi. Seperti yang dilakukan oleh Agung Prasetyo. Warga Desa Gampeng ini menyulap limbah bambu menjadi bahan kerajinan tangan.

Di tangan Agung, bonggol dan batang bambu bisa menjadi patung maupun asbak rokok. “Kerajinan ini baru saya geluti, masih sekitar tiga bulan,” ujarnya saat ditemui di rumahnya.

Agung mulai membuat kerajinan berawal dari tetangganya yang melihat asbak buatannya. Padahal pada sata itu dia membuatnya karena iseng saja. Dari tetangganya tersebut kreativitasnya menjadi buah bibir.

Bahan-bahan dan peralatan yang digunakan sangat sederhana. Semuanya masih dikerjakan dengan manual. Selain pisau kikir buatan, terdapat juga sabit dan gerindra. “Bambu yang saya dapatkan ini dibelah beberapa bagian menggunakan sabit,” tuturnya.

Baca Juga: Menelusuri Sumber Air di Kediri: Sumber Pedet Jadi Tempat Konservasi Ficus Langka

Bambu yang digunakannya ini berasal dari desanya. Ketika ada orang yang memanen bambu, limbahnya akan diberikan kepadanya. Untuk upah, biasanya hanya diganti sebungkus rokok. Karena hasil pemberian, jenis bambunya pun beragam. Ada yang apus, jawa, hingga petung.

Setelah bambu dibelah menjadi beberapa bagian, pria 45 tahun ini langsung membentuk sesuai dengan pola yang diinginkan. Tidak melihat internet, pola tersebut berasal dari benda hingga hewan yang dilihatnya. “Awal mula saya bikin ikan dan ular,” kata Agung.

Ular dan ikan tersebut terbuat dari akar atau bonggol bambu. Awalnya, Agung masih mengikuti bentuk asli dari akar atau bonggolnya. Setelah proses pengukiran selesai, agar memperindah dilakulan pengecatan.

Rupanya dari percobaan tersebut banyak yang suka. Dari patung tersebut berkembang menjadi asbak rokok. Tidak seperti asbak rokok pada umumnya. Asbak ini unik dengan hiasan hewan yang berada di pinggirnya. “Ada ikan cupang, katak, hingga burung,” jelas Agung

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #desa milenial #kediri #kediri raya #kerajinan tangan #gampengrejo #wayang