Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Menelusuri Sumber Air di Kediri: Pengelolaan Sumber Pedet Tidak Boleh Komersial

Ayu Ismawati • Senin, 29 April 2024 | 20:55 WIB
TERSEMBUNYI: Lokasi Sumber Pedet berada di dalam hutan lindung Desa Temurjo, Wates.
TERSEMBUNYI: Lokasi Sumber Pedet berada di dalam hutan lindung Desa Temurjo, Wates.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Mata air ini dikenal dengan sebutan Sumber Pedet. Lokasinya berada di Desa Tempurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Keberadaannya yang tersembunyi di dalam hutan membuat Sumber Pedet tidak terjamah manusia. Apalagi lokasinya berada di kawasan hutan lindung yang cukup luas. 

Luasnya hutan Sumber Pedet ini lebih dari satu hektare. Membentang di tengah area persawahan Desa Tempurejo, Wates. Masyarakat setempat hanya memanfaatkan alirannya karena mudah diakses. 

Menurut Kasi Pemerintahan Desa Tempurejo Heri Susanto, kawasan Sumber Pedet hingga saat ini masih terjaga keasliannya. Hal itu disebabkan karena pengelolaannya tidak boleh komersil. Sebab, kawasan ini ditetapkan menjadi kawasan lindung. 

“Sekarang dijadikan arboretum ficus dan sudah ada 30 lebih jenis ficus lokal dan dari luar Jawa. Seperti dari Sumatera dan Papua,” ujarnya.

Karena ditopang kawasan hutan lindung yang kaya vegetasi, sumber daya airnya sangat melimpah. Masyarakat setempat masih banyak yang memanfaatkan air dari Sumber Pedet untuk irigasi sawah. 

“Sebagai pengairan sawah dan tegal. Sebab itu masyarakat mengadakan reboisasi dan revitalisasi sumber setiap musim penghujan,” sambungnya. 

Adapun penamaan mata air ini memiliki sejarah turun-temurun. Dulunya, masyarakat sering memanfaatkan sumber ini untuk memandikan pedet (anak sapi, Red) atau sapi. 

“Pada saat upacara adat sering diadakan tumpengan. Yang diarak pakai sapi atau pedet sebagai upaya para leluhur yang menghormati sumber yang memberi kehidupan berupa air,” urainya.

Hanya saja, tradisi itu sudah tidak dilakukan masyarakat sejak. Terakhir kali upacara adat itu dilakukan pada tahun 80-an. Yang tersisa dari tradisi itu adalah sebuah nama yang disematkan pada mata air tersebut. Yakni Sumber Pedet.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#wisata #mata air #sumber air