Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Wonomarto, Purwoasri, Kabupaten Kediri: Jadi Jujugan Kuliner karena Terkenal dengan Ayam Panggangnya

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 25 April 2024 | 18:27 WIB
PENDIDIKAN: Pemdes Bulu, Kecamatan Purwoasri membangun gedung tapos untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat.
PENDIDIKAN: Pemdes Bulu, Kecamatan Purwoasri membangun gedung tapos untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Pemerintah Desa Bulu, Kecamatan Purwoasri sangat peduli dengan warga desanya. Salah satu bentuk kepedulian tersebut dengan melakukan pembangunan beragam fasilitas umum. Seperti halnya pembangunan tapos dan saluran irigasi.

Banyak kemajuan Desa Bulu, Kecamatan Purwoasri saat dipimpin oleh Budi Santoso. Pembangunan berbagai sektor dan lini kemasyarakatan disasar. Mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pertanian.

Pada tahun 2023 lalu, Pemdes Bulu baru saja mendirikan bangunan untuk taman posyandu (Tapos). Pembangunan tersebut menggunakan dana desa. “Tahun kemarin pembangunan gedung untuk tapos. Bangunannya sudah jadi dan dapat digunakan,” jelas Budi.

Budi menjelaskan bahwa pembangunan gedung tapos ini lokasinya bersebelahan dengan gedung taman kanak-kanak. Agar dapat muat hingga puluhan anak, gedung tapos ini memiliki ukuran 12x6 meter. Selain terdapat ruang belajar, juga ada gudang tempat penyimpanan mainan, ruang guru, dan toilet.

“Pembangunan gedung tapos ini menggunakan dana desa,” aku Budi. Untuk membangun gedung tersebut pihaknya mengeluarkan dana sebesar Rp 197,7 juta. Kini bangunan tapos tersebut sudah dapat digunakan. Kelas tapos tersebut berjalan dua kali seminggu.

Selain fokus pada pengembangan pendidikan, pihaknya juga peduli dengan sektor pertanian. Selama menjabat, Budi sudah membuat saluran irigasi secara permanen sebanyak 60 persen. Pembangunan saluran irigasi ini dilakukan secara merata di dua dusun.

“Sebelumnya saluran irigasi ini masih berupa galian tanah biasa, cepat sekali ditumbuhi rumput,” kata Budi.

Karena galian tersebut mudah ditumbuhi oleh rumput, hal tersebut membuat air tidak bisa sampai dengan lancar. Dengan saluran air masih berupa tanah, kelemahan lainya yaitu air banyak yang terserap. Pada tahun ini, pembangunan saluran air akan dikerjakan di Dusun Bulu sebanyak dua tititik. Lalu, di Dusun Turus satu titik.

emerintah Desa Bulu, Kecamatan Purwoasri sangat peduli dengan warga desanya. Salah satu bentuk kepedulian tersebut 

Geliat UMKM, Konsisten Kembangkan Usaha Rengginang.

Semula Siti Solehah tidak ada niatan untuk membuka usaha pembuatan rengginang. Lebih tepatnya usaha pembuatan rengginang ini bermula karena gagal panen. Kala itu, tanaman ketan miliknya ini tercampur dengan beras maron.

“Karena tercampur jika dijual tidak laku, dari pada terbuang percuma ketan tersebut saya jadikan rengginang,” cerita Siti saat ditemui oleh wartawan Jawa Pos Radar Kediri.

Namun, Siti saat itu tidak menyangka jika rengginang menggunakan ketan gagal panen itu akan laku terjual. Dari situlah perempuan berusia 52 tahun ini kemudian mulai menekuni usaha pembuatan rengginang. Selain membuat rengginang mentah, dia juga membuat reginang matang. “Alhamdulillah banyak yang mencari ke sini,” ucapnya.

Untuk produksi rengginang, Siti melakukannya setiap hari. Semua prosesnya masih dilakukan secara manual. Bahkan untuk memasak ketan, mantan TKI di Hongkong ini masih menggunakan tungku. Dengan bahan bakar batok kepala yang sudah kering. “Alat cetak rengginang juga masih menggunakan tutup gelas,” kata Siti.

Karena semua masih dikerjakan manual, saat sedang banyak pesanan Siti sempat mencari tenaga bantuan. Jika tidak ada pesanan, dalam satu hari dia dapat membuat rengginang sebanyak 14 kilogram. Rengginang tersebut masih dalam keadaan krecek. Nanti jika ada yang pesan matang, dia hanya tinggal menggoreng krecek tersebut.

Rengginang buatan Siti ini dikemas dengan ukuran setengah kilogram. Dengan ukuran tersebut, rengginang buatan Siti dijual dengan harga Rp 25 ribu. Sedangkan untuk harga matang dijual dengan harga Rp 10 ribu. Rasa rengginang ini rasa trasi, bawang dan urang dawu. Dari tiga rasa tersebut, yang paling laku rasa bawang.

Setelah sukses dalam pembuatan reginang, Siti kemudian mengembangkan usaha pembuatan keripik. Seperti keripik pisang, keripik sukun, dan kerpik cekeremes. “Untuk keripik ini hanya memuat ketika ada pesanan saja,” pungkasnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#posyandu #fasilitas desa #purwoasri kediri #warga desa #desa bulu