Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Jugo, Mojo, Kabupaten Kediri: Dorong Kemandirian Masyarakat untuk Tingkatkan Taraf Ekonomi

Habibaham Anisa Muktiara • Rabu, 24 April 2024 | 18:02 WIB
Produksi kerajinan pembuatan gelang genitri menjadi salah satu unggulan di Desa Jugo, Kecamatan Mojo.
Produksi kerajinan pembuatan gelang genitri menjadi salah satu unggulan di Desa Jugo, Kecamatan Mojo.

 

JP RADAR KEDIRI - Genitri merupakan perhiasan alami yang memiliki berbagai manfaat. Tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan. Usaha kerajinan di Desa Jugo, Kecamatan Mojo ini pun digemari banyak kalangan.

“Untuk biji yang digunakan mulai dari lima belas biji hingga dua puluh,” jelas Dadang Eko Setiawan, salah satu pengerajin genitri. Dadang adalah warga Dusun Besuki, Desa Jogo, Kecamatan Mojo. Ditangannya, biji-biji genitri disulap menjadi berbagai macam aksesoris. Tidak hanya dibuat gelang, namun juga dibuat menjadi sebuah tasbih.

Di balik pembuatan gelang genitri terdapat perjalanan panjang. Hingga akhirnya biji-bijian itu berubah menjadi aksesoris yang indah. “Sekitar tahun 2014 saya baru memulai usaha genitri tersebut,” imbuhnya.

Dadang menjalskan ide itu muncul karena banyaknya sumber daya alam yang belum di manfaatkan. Sehingga dia berinisiatif untuk mengolah biji genitri menjadi sesuatu yang bermanfaat. Baik itu untuk kesehatan maupun aneka kerajinan tangan.

“Pada waktu awal, saya ikut mencari genitri didalam hutan,” ungkap Dadang.

Bersama dengan empat hingga lima orang, Dadang memasuki hutan. Dia turut mendaki di ketinggian sekitar 1300 hingga 1800 MDPL. Sebelum melakukan pengambilan buah, mereka terlebih dahulu mencari pohon yang sudah terdapat buahnya.

Selama proses pencarian, rupanya terdapat sebuah cerita yang menarik. Di mana tidak semua pencarian berjalan dengan mulus. Seperti ketika sedang memanjat pohon, ternyata alat yang digunakan rusak. Akibatnya, ia harus pulang dengan tangan kosong. Belum lagi jika cuaca tiba-tiba menjadi hujan.

Tidak hanya hanya proses pencariannya saja yang panjang. Proses pengolahan genitri juga tak kalah panjang. Selama tiga hari, buah genitri didiamkan didalam sak. Setelah buah genitri didiamkan, sebelum dibersihkan. Buah genitri yang berada di dalam sak, lalu diinjak. Itu untuk memisahkan biji dengan buah. Dilakukan sortir kemudian buah genitri yang telah diinjak dijemur terlebih dahulu.

“Usaha ini tidak hanya menguntungkan satu pihak saja,” ungkap Dadang. Saat ini Dadang juga membentuk sebuah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Argo Wilis yang beranggotakan 32 orang. Dalam memberdayakan anggotanya, Dadang biasanya membagi tugas. Seperti mencari bahan produksi dan memasarkannya.

Kini usaha kerajinan biji genitrinya dapat meraup omzet mencapai Rp 10 juta dalam sebulan. Kerajinan biji genitri Dadang juga memberi manfaat bagi kesehatan tubuh serta memiliki keindahan tersendiri. Bentuk kerajinan berupa gelang tangan, kalung, vas, dan bunga pohon pinus yang dibikin menjadi berbagai macam bentuk. 

 

Kuliner Nasi Goreng Tiwul dan Jagung Jadi Primadona

 

Olahan nasi goreng di Desa Jugo, Kecamatan Mojo memiliki keunikan tersendiri. Pasalnya, bukan nasi dari beras yang diolah. Melainkan tiwul dan jagung. Bahkan, kuliner nasi goreng tiwul dan nasi goreng jagung menjadi primadona.

“Ini menggunakan bahan-bahan yang ada di sini tanpa harus turun,” jelas Uminiati, Pemilik Warung Giras di Wisata Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo.

Tiwul merupakan makanan yang terbuat dari singkong yang dikeringkan. Kemudian dihaluskan dan dimasak menjadi nasi tiwul. Bahan lainnya sama dengan yang digunakan untuk memasak nasi goreng pada umumnya. Untuk bumbu utama menggunakan bawang putih.

“Tidak menggunakan bawang merah karena nantinya ada rasa asam,” imbuhnya. Sedangkan bahan tambahan lainnya berupa telur dan sayur berupa sawi. Agar semakin gurih pada nasi goreng ditambahkan urang dawu atau ikan teri. Sedangkan untuk perasa menggunakan garam, gula, merica, dan penyedap rasa. Jika suka pedas tinggal memasukan cabai yang telah di haluskan.

Akan semakin mantap jika nasi goreng tiwul ini dihidangkan dengan ditambah telur goreng di atasnya. Begitu pula dengan nasi goreng jagung, cara memasaknya sama dengan nasi goreng tiwul. “Dulu bahan-bahan yang digunakan membuat sendiri seperti ampok dan tiwul namun kini bekerja sama dengan umkm yang memproduksi itu,” kata perempuan berusia 48 tahun itu.

Selain ada menu varian nasi goreng, juga ada tumis pakis yang bahannya diambil langsung dari hutan. Karena langsung dimasak, tumis pakis ini sangatlah sedap. Bahan untuk menumis menggunakan bawang merah, bawang putih, cabai rawit, cabai besar, dan tomat.

“Setelah semua bumbu ditumis hingga harum, masukKan pakis yang sudah dipotong,” terang Uminiati.

Pakis yang digunakan dalam keadaan mentah. Karena jika direbus terlebih dahulu selain mempengaruhi warna juga tekstur sayuran. Selain dimasak tumis, pakis juga dapat dimasak dengan resep lain. Tumis ini dapat disantap menggunakan nasi putih atau dimakan biasa. 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#desa milenial #kuliner kediri #kerajinan #desa jugo kediri