KEDIRI, JP Radar Kediri - Bumdes di Desa Mranggen, Kecamatan Purwoasri memiliki banyak unit usaha. Pada tahun ini bumdes berencana akan mengembangan unit usaha pengelolaan taman.
Desa Mranggen, Kecamatan Purwoasri memiliki Bumdes yang diberi nama Sejahtera Mranggen. Bumdes yang didirikan pada tahun 2018 ini sejatinya memiliki tiga unit usaha. Mulai dari peminjaman modal, pamsimas, dan ternak lele. Namun, kini hanya dua unit yang masih berjalan hingga saat ini.
“Waktu awal bumdes ini dibentuk, unit usaha pertamanya adalah Jalin Matera,” jelas Pj Kepala Desa dan Sekeretaris Desa Mranggen, Kecamatan Purwoasri Yoko Handry Prasodjo.
Yoko menjelaksan bahwa Jalin Matera pada saat itu adalah salah satu program dari Khofifah Indar Parawansa yang pada saat itu masih menjabat sebagai Gubernur Jatim. Jalin Matera merupakan singkatan dari jalan lain menuju sejahtera. “Intinya jalin matera ini memberikan pinjaman kepada masyarakat yang membutuhkan modal,” imbuhnya.
Peminjaman modal ini tentu sangat meringankan warga. Bukan hanya karena tidak adanya bunga cicilan. Namun, syarat peminjaman juga mudah. Kebanyakan warga yang melakukan pinjaman ini digunakan untuk modal usaha.
Setelah unit usaha Jalin Matera berjalan dengan lancar, pada tahun 2021 bumdes menambah unit usaha pamsimas. Karena kualitas air di sana relatif buruk, pihaknya mendapatkan bantuan pemerintah daerah. “Sebelum adanya pamsinas warga hanya mendapatkan air dari sumur. Hanya saja selain kualitasnya buruk, juga sering tidak ada airnya,” kata pria berusia 32 tahun tersebut.
Dengan adanya pamsimas, kini warga sangat terbantu. Jumlah pamsimas di Desa Mranggen ada dua. Tercatat, sedikitnya 250 KK merasakan manfaat program tersebut.
Setelah unit pamsinas, bumdes memiliki unit baru. Yaitu penyediaan pakan lele. Hanya saja usaha tersebut hanya bertahan seusia jagung. Karena banyak peternak lele yang gulung tikar usaha tersebut tidak dijalankan.
“Dan unit terbaru nanti pengelolaan taman,” terang Yoko. Taman yang dikelola adalah Taman Purwoasri. Nantinya Bumdes akan melakukan pengelolaan mulai dari tempat parkir dan lapak berjualan. Dengan begitu nantinya bumdes akan mendapatkan pemasukan baru.
Peduli Kesejahteraan Petani, Bangun Jalan Penunjang Pertanian.
Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah Desa Mranggen, Kecamatan Purwoasri untuk meningkatan sektor ketahanan pangan. Salah satunya adalah meningkatkan kualitas jalan di area pertanian. Tak hanya itu, pihaknya terlebih dahulu fokus untuk pembuatan tembok penahan tanah (TPT).
“Hingga saat ini total tembok penahan tanah sudah mencapai 70 persen, setelah pengerjaan tembok penahan tanah selasai, baru akan dilakukan peningkatan kualitas jalan,” jelas Pj Kepala Desa Mranggen, Kecamatan Purwoasri Yoko Handry Prasodjo.
Yoko menjelaskan alasan pembangunan tembok penahan tanah ini merupakan fondasi awal peningkatan kualitas jalan. Sebab peningkatan kualitas jalan tanpa dilakukan pembangunan TPT akan berpengaruh pada kualitas jalan. Di mana jalan tersebut akan mudah mengalami kerusakan.
“Yang belum dilakukan TPT berada di Dusun Salam sebelah utara dan selatan," terangnya.
Di Dusun Salam sebelah utara, panjang jalur yang akan diberi TPT sekitar 600 meter. Namun, baru dikerjakan sekitar 200 meter. Sedangkan untuk Dusun Salam sebelah selatan panjangnya sekitar 200 meter. Lalu, baru dikerjakan sekitar 180 meter. Proyek ini menggunakan dana desa, sisa TPT yang masih belum dibangun rencananya akan dilanjutkan pada tahun depan.
Sebelum dilakukan peningkatan jalan, jalan tersebut sering mengalami banjir. Karena jalan tersebut dekat dengan sungai. Setiap hujan mendapat buangan aliran air dari Desa Tanon dan Desa Pesing. Kondisi tersebut sangat menganggu atktivitas petani.
Sedangkan untuk pada tahun ini, pembangunan di sektor ketahanan pangan dilakukan di Dusun Mranggen. Di dusun tersebut akan dilakukan pembangunan TPT, pengerasan jalan, dan pembuatan saluran irigasi. “TPT nanti panjangnya sekitar 40 hingga 50 meter,” kata Yoko.
Sedangkan untuk pengaspalan atau jalan lapis penentrasi ini selain digunakan jalan menuju sawah. Jalan tersebut juga sering dilewati anak-anak sekolah. Pengerjaan ini dapat dilakukan saat liburan sekolah di termin kedua. Panjangnya sekitar 300 meter.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah