KEDIRI, JP Radar Kediri- Sumber air yang berada di Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten ini memang lebih dikenal sebagai kawasan pemancingan. Namun, agaknya upaya pengembangan kawasan alam itu pernah dilakukan. Jejak-jejak pembangunan masih tersisa, meski dengan kondisi yang kini terbengkalai.
Sumber Songo berlokasi di balik permukiman warga. Kedekatan mata air ini dengan masyarakat agaknya mendorong upaya pengembangan. Akses jalan menuju mata air ini sebagian sudah diberi paving-paving. Selain itu, nampak sisa bangunan semi permanen yang terbengkalai di sekitar mata air.
“Dulu sepertinya mau dikembangkan jadi wisata. Kelihatan kan masih ada bekas gubuk-gubuk warung. Tapi nggak tahu kenapa nggak berlanjut,” ujar Sugeng, salah satu pemancing.
Adapun daya tarik mata air ini ada pada telaganya. Telaga yang membentang seluas lebih kurang 50x20 meter itu kerap kali menjadi spot mancing. Tak hanya oleh warga sekitar. Tapi juga warga dari berbagai desa dan kecamatan di sekitarnya.
Telaga dengan air berwarna hijau kebiruan itu merupakan tempat bermuaranya air dari sumber Songo. Konon, ada banyak titik mata air di kawasan tersebut. “Dengar-dengar mata airnya ada sembilan. Makanya dinamakan Sumber Songo. Tapi nggak tahu lebih tepatnya posisinya di mana saja,” tuturnya.
Selain difungsikan menjadi kawasan pemancingan gratis, sumber Songo juga diperuntukan sebagai irigasi pertanian setempat. Meski dibendung dalam telaga yang relatif besar, air tetap mengalir melalui pintu air.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah