Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Semen, Pagu, Kabupaten Kediri: Meningkatkan Kualitas Infrastruktur demi Keberlangsungan Situs Bersejarah

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 4 April 2024 | 17:47 WIB

 

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri- Desa Semen memiliki banyak peninggalan bersejarah. Salah satunya Situs Semen yang diyakini peninggalan Kerajaan Kediri akhir. Pemerintah desa pun berusaha meningkatkan kualitas infrastruktur demi upaya pelestarian dan edukasi.

Situs Semen di Desa Semen, Kecamatan Pagu pertama kali diketahui pada 1971. Penemunya seorang dalang yang biasa dipanggil Pak Cip, asal Desa Senden di kecamatan yang sama.

"Setelah itu dikubur kembali. Baru diangkat pada 2009 dan langsung diresmikan," terang Mochammad Ali Mahfud, pemerhati sejarah yang juga anggota Komunitas Pasak Kediri.

Situs ini memilik banyak benda cagar budaya (BCB). Ada dua jaladwara dan satu arca Dewa Wisnu Garuda. Ada pula artefak berupa pipisan, umpak, lumpang, fragmen wadah, yoni, dan struktur bangunan.

Karena itulah, Pemdes Semen berupaya untuk mengamankan benda-benda tersebut. Dengan membangun lokasi khusus. Sekaligus bisa menjadi destinasi wisata edukasi sejarah.

“Pada 2017 diberi atap genting. Kemudian pada 2021 diberi galvalum,” terang Sekretaris Desa (Sekdes) Semen Aris.

Selain itu juga dilakukan pemavingan halaman tempat penyimpanan. Yang berlangsung pada 2018. Berlanjut dengan peningkatan akses jalan menuju lokasi situs. Yang semula tanah menjadi berpaving.

“Pemavingan berlangsung dua tahap, di 2022 dan 2023,” tambah  Aris.

Jalan sepanjang 460 meter itu tak hanya menuju situs. Juga menjadi akses ke persawahan warga. Karena itu memiliki manfaat ganda.

“Ke depan akan ada penambahan penerangan,” lanjut sekdes.

Satu masalah yang terus dicari solusi adalah lokasi situs rawan banjir. Karena bersebelahan dengan sungai, yang ketika musim hujan sering meluap. Pihak desa sudah menghubungi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar melakukan pemlengsengan. Hanya, belum mendapat tanggapan hingga saat ini.

Air yang Jernih Topang Kualitas Tahu Takwa Pujianto

Meskipun tak banyak, ada warga Desa Semen yang menggeluti pembuatan tahu takwa. Pelaku usaha itu adalah Pujianto, warga Dusun Baron. Tingkat produksinya juga relatif banyak dengan pemasaran ke wilayah Kediri dan sekitarnya.

"Sehari bisa memproduksi 300 tahu takwa dan 2.400 tahu pong," jelas Pujianto, ketika ditemui di rumahnya.  

Pujianto menggeluti pembuatan tahu takwa sudah lama, sejak 1978. Meneruskan usaha yang telah dirintis oleh orang tuanya. Karena itulah, pada awalnya, lokasi pembuatan berada di rumah orang tuanya. Kemudian pindah ke tempat saat ini pada 2000. Kini, Pujianto mengelola usaha pembuatan tahu bersama anaknya, Putut Sunarto.

Ada beberapa keuntungan mengiringi kepindahan tempat produksi. Di tempat yang baru itu kualitas air sangat bagus. Yang memengaruhi kualitas tahu.

“Kualitas air, baik kebersihan ataupun kejernihannya akan memengaruhi rasa dan ketahanan tahu,” jelas Putut.

Bila airnya bagus, meskipun tanpa pengawet tahu akan tahan lama. Tahu buatan Pujianto ini bisa bertahan tiga hari di kondisi ruangan.

“Kebetulan di tempat produksi ini strategis, selain ada sumur dan sumber air,” kata laki-laki berusia 24 tahun.

Selain menjaga kualitas air, Pujianto juga menggunakan kedelai dengan kualitas tinggi sebagai bahan bakunya. Kedelai tersebut didatangkan dari wilayah Kabupaten Nganjuk. Ini yang menjadikan tahu buatan Pujianto punya kualitas bagus. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #desa milenial #jawapos #infrasktruktur