Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Medowo, Kandangan, Kabupaten Kediri: Manfaatkan Keindahan Alam Lereng Anjasmoro Jadi Destinasi Wisata Menarik

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 2 April 2024 | 18:06 WIB

 

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri- Lokasinya yang diketinggian justru menjadi daya tarik. Menyajikan pemandangan menarik hamparan dataran rendah serta gunung yang mengelilinginya. Itulah yang ditawarkan di Bukit Gandrung Tanggulasi Medowo.

Namanya Bukit Gandrung Tanggulasi. Dulu, menjadi lokasi gardu pandang. Namun, kini sudah diubah menjadi lokasi wisata yang menarik dan menantang. Karena berada di ketinggian 700 meter dari permukaan laut (mdpl).

Pemerintah Desa Medowo mulai membangun objek wisata ini pada 2018 silam. Namun, hingga kini masih terus menjalani penyempurnaan dan pengembangan fasilitas.

"Pembangunannya berlangsung bertahap," aku pengelola Bumdes Medowo Ari Wibowo.

Agar menarik semua lapisan wisatawan, Bukit Gandrung Tanggulasi tak hanya menawarkan view atau panorama indah pegunungan. Juga beberapa fasilitas lain seperti kolam renang, berkuda, lapak-lapak kuliner, hingga spot foto. Ada pula fasilitas outbond, ATV, dan flying fox.

Khusus kolam renang menawarkan sensasi yang lain dari yang lain. Yaitu airnya yng dingin karena berada di dataran tinggi.

Sementara, bila menginginkan berfoto di spot yang ada, pengunjung memiliki beberapa pilihan. Ada yang berlatar taman atau alam pegunungan. Yang paling favorit adalah tower yang menyerupai pohon. Dari puncak menara ini pengunjung tak hanya berfoto tapi bisa melihat daerah-daerah yang lebih rendah seperti wilayah Kasembon, Kabupaten Malang.

Lebih menarik lagi, urusan tiket masuk tak menguras kantong. Cukup membayar tiket masuk seharga Rp 6 ribu. Sedangkan bila menginginkan wahana outbond atau sewa ATV masing-masing bertiket Rp 15 ribu. Sedangkan merasakan sensasi melayang dengan flying fox cukup merogoh kocek Rp 25 ribu.

“Tempat wisata ini buka mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB,” terang Ari. 

Jadi Jujukan Para Penyuka Durian  

Secara geografis, Desa Medowo, Kecamatan Kandangan berada di lereng Gunung Anjasmoro. Yang terkenal tidak hanya dari kesejukan udara melainkan juga produksi duriannya. Bahkan, desa ini menjadi salah satu jujukan para penyuka durian.

Baca Juga: Profil Desa Puncu, Puncu, Kabupaten Kediri: Mendukung Perkembangan Potensi Olahraga

“Setiap musim durian selalu ramai orang yang merasakan durian Medawa,” terang Sawilah, salah seorang warga yang juga penjual buah khas Asia Tenggara ini.

Seperti saat ini, yang sedang musim, durian berbagai ukuran terpajang di lapak wanita 73 tahun itu, yang berada di halaman rumahnya. Harganya bervariasi, namun relatif murah karena sedang banyak-banyaknya produksi. “Rp 100 ribu dapat tiga durian,” sebutnya.

Durian yang dijual Sawilah berasal pohon yang ada di desa ini. Sekali petik, dalam satu hari, bisa mendapatkan hingga 40 buah.

Sawilah mengakui, tidak semua durian hasil petikan pohon dalam kondisi sempurna. Terutama dalam hal rasa. Ada beberapa yang bagus luarnya namun hambar rasanya. Yang seperti ini akan disortir dan dijadikan olahan.

"Biasanya untuk kolak," akunya.

Para konsumennya, tidak hanya para penyuka. Sebagian juga pedagang durian dari berbagai daerah seperti Jombang, Gresik, hingga Wonosobo. Sementara, yang membeli untuk dikonsumsi sendiri kebanyakan memakan langsung ditempat. Serta membawa beberapa untuk dijadikan buah tangan. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #jawapos