Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Mojoayu, Plemahan, Kabupaten Kediri: Menggali Pendapatan Asli Melalui Retribusi Jasa Parkir Kendaraan Bermotor

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 2 April 2024 | 18:00 WIB

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemdes Mojoayu cerdik memanfaatkan situasi. Keberadaan pabrik dengan ribuan karyawan yang ada di wilayahnya dijadikan peluang mendulang pendapatan. Hasilnya, sebulan tak kurang dari Rp 15 juta yang didapatkan.

Pemerintah Desa (Pemdes) Mojoayu, Kecamatan Plemahan boleh dikata cerdik memanfaatkan keberadaan pabrik di wilayahnya. Melalui badan usaha milik desa (bumdes) mereka membuka jasa penitipan sepeda motor bagi para karyawan pabrik tersebut. Pendapatan yang diraup pun mencapai Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per bulan.

“Unit usaha ini mulai kami adakan pada 2020. Setelah saya terpilihsetahun sebelumnya,” jelas Kepala Desa Mojoayu Yosi Merdiana.

Sebagai persiapan, pada 2019, mereka membangun lokasi terlebih dulu. Yang bisa menampung hingga ribuan kendaraan roda dua. Bumdes Sumber Makmur, sebagai pengelola juga melengkapi fasilitas parkir hingga mirip yang ada di mall atau pusat perbelanjaan besar. Mulai palang pintu otomatis dan penarikan menggunakan mesin.

Agar menarik konsumen, harga yang ditetapkan tak terlalu tinggi. Hanya Rp 2 ribu sekali parkir. Meskipun demikian hasilnya cukup menggiurkan. Setiap bulan antara Rp 15 juta hingga Rp 20 juta.

Hasilnya, sebagian dijadikan pendapatan asli desa (PAD) yang masuk dalam APBDes. Sebagian lagi digunakan untuk pengembangan usaha.

Dari hasil parkir itu kini Bumdes juga memiliki unit persewaan warung. Lokasinya juga di dekat pabrik. 

“Alasan kenapa dikembangkan usaha penyewaan warung, karena targetnya adalah karyawan yang mencari makan,” ungkap kades 36 tahun ini.

Sejak dibuka pada 2023 lalu, sudah ada  20 unit warung yang tersedia. Meskipun yang terisi baru 15 unit. Para penyewa mayoritas warga Desa Mojoayu. Hanya sebagian yang datang dari luar desa. 

Lirik Sektor Wisata, Siap Bangun Kolam Renang

Mendapatkan pemasukan besar dari jasa parkir tak membuat Pemdes Mojoayu puas diri. Mereka masih mengincar pendapatan asli yang lain. Terutama dari sektor pariwisata.

“Rencananya kami akan mengembangkan unit usaha wisata kolam renang,” jelas Kades Yosi Merdiana.

Yosi membeberkan alasan, kenapa memilih wisata kolam renang. Salah satunya karena lokasi tersebut dekat dengan sekolah. Ke depan, bumdes sebagai pengelola akan menjalin dengan pihak sekolah terkait pemanfaatan kolam renang tersebut.

Pihak bumdes juga tak gegabah merencanakan pembuatan kolam renang. Mereka melakukan survei terlebih dulu. Hasilnya, prospeknya dianggap bagus. Sebab, lokasinya strategis. Berada di tepi jalan alternatif dari Kediri menuju Jombang. Lokasinya juga dekat dengan lahan parkir yang dikelola desa serta warung.

Lahan yang digunakan merupakan tanah bengkok milik kepala desa yang dialihfungsikan menjadi tempat wisata. Luasnya sekitar 300 ru atau 4,200 meter persegi.

Nantinya, kolam renang akan dilengkapi taman, gazebo, dan area kuliner. Juga direncanakan ada wahana permainan bianglala dan rest area.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #desa milenial #pendapatan parkir #jawapos