Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Liputan Khusus Ramadan: Pesona Masjid Al Firdaus Jongbiru Kediri yang Megah dengan Gaya Khas Masjid Nabawi

Anwar Bahar Basalamah • Kamis, 28 Maret 2024 | 18:10 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Banyak masjid yang desainnya meniru Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi. Namun, yang diterapkan Masjid Al Firdaus ini membuatnya sangat memesona. Menjadikan betah berlama-lama berada di masjid.

Megah dan mirip Masjid Nabawi. Itulah kesan ketika mendatangi Masjid Al Firdaus Kediri. Masjid yang terletak di Jalan Jongbiru, Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri ini menawarkan keindahan arsitektur yang mirip dengan masjid Nabawi di Madinah.

Wajar, karena masjid ini memang terinspirasi dari masjid tersebut. Sang pendiri, H Heru Subagio, membangun masjid berdasarkan pengalaman spiritualnya ketika menunaikan ibadah haji. Sepulang dari Tanah Suci dia segera mendirikan satu masjid yang arsitekturnya mirip dengan Masjid Nabawi.

“Arsitekturnya itu ya Pak Heru sendiri. Jadi beliau ikut terjun langsung membangun masjidnya,” kata Ketua Takmir Masjid Al Firdaus Suryanto.

Kemiripan masjid yang ada di Jongbiru Gang 1 ini dengan Masjid Nabawi juga hampir menyeluruh. Mulai bagian depan hingga interiornya. Semuanya bercorak Masjid Nabawi.

Masjid berukuran 15 x 30 meter ini terdiri dari dua lantai. Yang lantai atas difungsikan bila ada limpahan jemaah. Ketika lantai satu tak mampu menampung jumlah yang hendak beribadah.

Keindahan desain sudah diperhatikan sejak di bagian sesuci alias kamar mandi dan tempat wudu. Lengkap dengan keramik warna abu-abu. Tempat wudunya dilengkapi tempat duduk dari beton, khas masjid-masjid di Timur Tengah.

Masih di lantai satu, banyak ruang fungsional. Seperti ruang serba guna yang diperuntukkan sebagai Taman Baca Alquran dan menyimpan berbagai perlengkapan.

Akses ke dalam masjid melewati pintu yang jumlahnya lima. Pintu-pintu itu terasa megah dan mewah dengan ukiran berwana emas. Kebetulan, pintu tersebut baru saja terpasang. Sekitar satu minggu lalu.

“Alhamdulillah, jelang Lebaran ada pintu baru,” ucap sang ketua takmir.

Di balik pintu tersebut ada dua tangga. Tangga inilah akses ke lantai dua. Dipisahkan untuk laki-laki dan perempuan.

Memasuki bagian dalam masjid, kemegahan terus terlihat. Dindingnya berlapis keramik berwarna putih tulang. Namun, yang sisi barat, yang menyambung dengan mihrab, berwarna hitam pekat.

 Baca Juga: Profil Desa Puhjarak, Plemahan, Kabupaten Kediri: Menggencarkan Upaya Penurunan Angka Stunting

Bagian dalam memang menjadi spot paling menarik. Sangat bernuansa Masjid Nabawi. Void yang terbentuk menjadikan ruangan terasa tinggi megah. Dilengkapi 12 tiang penyangga berjajar. Yang bagian atas pilar tersebut melilit ornamen tembaga berwarna emas. Lampu hias indah melengkapi bagian atas tiang ini.

Ciri khas kontemporer klasik Utsmaniyah Mamluk langsung bisa dilihat dari bentuk pilar melengkung dengan motif hitam putih. Desain pilar seperti ini ada di semua bagian masjid yang bisa menampung hingga 600 jemaah ini. 

Yang tak kalah elegannya adalah mihrab, atau tempat imam. Desainnya menyerupai mihrap di Masjid Nabawi. Bagian atasnya melengkung. Dengan ornamen warna hitam dan putih berseling-seling. Lengkap dengan kaligrafi berwarna kuning emas.

Di luar masjid terdapat 18 tiang penyangga dengan ornamen yang mirip dengan tiang bagian dalam. Pada tembok bagian luar juga ada  ornamen lengkungan hitam putih dengan enam jendela besar. 

Bagaimana bagian atasnya? Ada satu kubah besar yang menjadi kubah utama. Dengan warna dominan kuning keemasan. Di sekitarnya ada empat kubah kecil yang mengelilingi.

Masjid ini juga sering menjadi tempat akad nikah. Bila ada yang ingin melakukan, syaratnya juga tak sulit. Calon mempelai cukup memberi tahu pengurus masjid soal waktunya. 

Menurut Suryanto, sudah ada beberapa pasangan yang akad nikah di masjid ini. “Totalnya sudah ada empat, terakhir kemarin anak saya,” ungkapnya.

Selain itu, banyak rombongan dari Kecamatan lain yang rela ke masjid Al Firdaus hanya untuk ikut salat berjamaah. Seperti Minggu lalu misalnya, ada rombongan satu bus dari Kelurahan Tamanan Kota Kediri yang datang ke Masjid Al Firdaus. Mereka sengaja salat tarawih di sini.

Yang bikin jemaah makin betah, pihak masjid juga menyediakan berbagai fasilitastambahan. Mulai dari menyediakan takjil selama Ramadan, hingga minuman kopi dan teh yang bisa diambil oleh siapa saja yang berkunjung ke masjid ini.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#ramadhan #islam #masjid