Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Kedungmalang, Papar, Kabupaten Kediri: Menyulap Sumber Air Menjadi Taman Kedung Amerta

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 19 Maret 2024 | 18:50 WIB
BERSIH  : Pemdes Kedungmalang mengubah sumber air menjadi taman wisata yang menarik untuk dikunjungi.
BERSIH : Pemdes Kedungmalang mengubah sumber air menjadi taman wisata yang menarik untuk dikunjungi.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemdes Kedungmalan punya banyak alasan menjadikan sumber air di desanya menjadi lokasi wisata. Selain menjadi tempat rekreatif juga untuk mengenalkan sejarah desa. 

Tren memiliki destinasi wisata juga menjalar di Desa Kedungmalang, Kecamatan Papar. Pemeritah desa (pemdes) setempat memanfaatkan potensi wisata yang ada untuk menggaet pengunjung. Sekaligus sebagai sarana mengenalkan sejarah desa.

Taman wisata yang dikerjakan pada 2019 itu berada di seberang kantor desa. Namanya  Kedung Amerta. Dengan spot andalan adalah sumber air.

“Sebelum diubah seperti saat ini, dulu kondisinya kumuh karena ditumbuhi rumput liar," terang Kepala Desa (Kades) Kedungmalang Edi Sumitro.

Tentu, memiliki lahan tak terawat kurang sedap dipandang mata. Lebih-lebih lokasinya ada di seberang balai desa. Karena itulah, pemdes melakukan langkah pertama. Membersihkan area tersebut.

“Setelah itu dilanjutkan dengan membuat plengsengan dan pembuatan dinding pembatas,” lanjut Kades Edi.

Dinding pembatas didirikan karena tanah itu berbatasan dengan lahan milik warga. Sedangkan pemlengsengan dilakuka pada sumber air di lokasi tersebut. Sumber pun tak sekadar mengalir liar. Tapi, setelah diplengseng, muncul kolam yang bisa dijadikan pemancingan ikan.

“Agar tidak terkesan jelek kami tembok dengan gaya Majapahit. Batu bata disusun tanpa finishing,” kata Edi.

Beberapa fasilitas kemudian diadakan. Mulai kolam pemancingan, musala, dan area kuliner. Ini merupakan fasilitas standar bagi tempat wisata.

Yang sedikit berbeda, taman ini juga sarana mengenalkan sejarah Desa Kedungmalang. Ada tugu yang disertai relief sejarah desa. Termasuk nama-nama kades yang pernah menjabat. Juga ada peta desa.

Selain itu, taman wisata ini juga menjadi lokasi perayaan Suroan. Sebab, hal itu sudah menjadi tradisi jauh sebelum tempat ini diubah sebagai lokasi wisata. Bahkan, setelah dibangun, perayaan Suroan menjadi lebih nyaman. 

 

Saluran Air untuk Topang Ketahanan Pangan

Penduduk Desa Kedungmalang mencapai 2.256 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebagian besar adalah petani. Dengan beraneka tanaman, mulai jagung, padi, cabai, bawang merah, kacang, terung, hingga tebu.

Karena mayoritas terjun di sektor pertanian, kebutuhan warga terhadap air sangat besar. Dan itu harus ditopang dengan saluran irigasi yang mumpuni. Fakta itulah yang membuat Pemdes Kedungmalang setiap tahun memprogramkan pembuatan saluran irigasi.

“Delapan puluh persen saluran irigasi di desa ini sudah permanen,” ucap Kades Kedungmalang Edi Sumitro.

Untuk tahun  ini pembangunan saluran irigasi berlokasi di masing-masing dusun, Kedungmalang, dan Sukodono. Menggunakan anggaran dari bantuan keuangan khusus (BKK).

“Saluran irigasi ini memiliki dua fungsi, selain membuat air menjadi lancar namun juga penahan tanah,” terang sang kades.

Saluran irigasi ini telah diplengseng menggunakan batu kali. Membuat penyaluran air, yang berasal dari Sungai Harinjing, menjadi lancar dan bersih.

Pada tahun sebelumnya pemerintah desa membangun patusan. Lokasinya berada diantara pemakaman warga dan area persawahan.   Patusan ini adalah saluran pembuangan air di samping makam dan persawahan dan jalan.  Karena totokan air, jika hujan menggenang air.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #desa milenial #jawapos #sumber air