Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Jambagan, Papar, Kabupaten Kediri: Gunakan PAD dan Hadiah Pajak untuk Membangun Gedung Baru

Habibaham Anisa Muktiara • Senin, 18 Maret 2024 | 20:25 WIB
BARU: Kapala Desa Jambangan, Kecamatan Papar Mujiya menunjukan kantor desa yang dalam proses pembangunan.
BARU: Kapala Desa Jambangan, Kecamatan Papar Mujiya menunjukan kantor desa yang dalam proses pembangunan.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Tak mudah bagi Pemdes Jambangan, Kecamatan Papar mewujudkan impian memiliki gedung balai desa yang baru. Semua harus dilakukan secara bertahap. Dengan terlebih dulu  mengumpulkan dana.

“Karena pembangunan balai desa tak boleh menggunakan dana desa,” terang Kepala Desa (Kades) Jambangan Mujiya.

Karena itu, untuk membangun gedung dengan volume 16 meter x 12 meter ini dananya diperoleh dari silpa alokasi dana desa (ADD), pendapatan asli desa (PAD), dan bantuan keuangan khusus (BKK). Sedangkan pelaksanaannya dilakukan oleh tim pelaksana kegiatan Desa Jambangan.

Proses pembangunannya mulai berlangsung pada 2022. Selain membuat gedung utama juga teras. Dengan volume kantor desa berukuran 3x 4 meter.

Kemudian berlanjut pada 2023. Dengan fokus pada finishing dinding atau pemlesteran.

“Kemudian tahun ini melanjutkan pengeramikan dan pemolesan luar serta teras,” kata Mujiya.

Kini, prosesnya sudah mencapai 80 persen. Dengan bagian langit-langit yang belum terpasang. Meskipun demikian rencananya gedung baru ini sudah akan ditempati.

Gedung baru ini memiliki enam ruang. Mulai dari ruang pelayanan, ruang kepala desa, ruang pertemuan, ruang kerja pemerintah desa, dan musala. Dengan gedung baru ini  pemdes terus berupaya memaksimalkan pelayanan.

Pada tahun ini selain fokus melanjutkan pembuatan kantor desa baru. Pemerintah Desa Jambangan juga merencakanan proyek  perabatan jalan, pembuatan saluran irigasi, dan pembuatan tembok penahan tanah.

 

Suroan, Bancakan di Dua Punden Desa

Soal mempertahankan tradisi, warga Desa Jambangan, Kecamatan Papar tetap melakukannya hingga saat ini. Khususnya di saat Suroan. Mereka selalu menggelar bancakan atau selamatan di dua punden desa.

Desa ini punya dua punden. Yaitu yang bernama Punden Mbah Sumo dan Punden Mbah Taji. Bagi masyarakat desa, kedua tokoh tersebut adalah sosok pembuka desa.

“Mbah Sumo ini orang yang babat alas namun tidak ada makamnya. Sedangkan Mbah Tajik ini adalah orang yang juga babat alas dan ada makamnya,” terang Kades Mujiya.

Kedua punden tersebut berada di dusun yang berbeda. Setiap suroan selalu dilakukan kegiatan di kedua punden. Yang melakukan adalah warga di masing-masing dusun.

Selain itu, ada yang unik dengan kegiatan Suroan di Desa Jambangan. Sebelum hari H ada kegiatan ambengan. Tempatnya di perempatan masing-masing dusun. Kegiatan tersebut bernama barikan.

“Jika Suro ini jatuhnya di akhir bulan akan dilakukan tiga kali. Sedangkan jika di awal bulan hanya satu kali,” imbuhnya.

Selain berbeda lokasi, makanan yang dibawa untuk kegiatan bancakan juga berbeda. Jika kegiatan barian yang dilakukan di perempatan dusun, makanan yang dibawa tidak harus berupa tumpeng. Sedangkan jika dilakukan di punden ini harus berupa tumpeng lengkap dengan ayam utuh satu ekor.

“Tujuan barian dan ambengan saat Suroan ini untuk berdoa bersama meminta keselamatan dan kesehatan warga,” pungkasnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pajak #desa millenial #pad