KEDIRI, JP Radar Kediri - Pengaspalan jalan menjadi agenda rutin Pemerintah Desa Srikaton. Karena sebagian besar jalannya masih berupa tanah. Padahal menjadi sarana penting bagi penduduk.
Soal perbaikan sarana dan prasarana, terutama jalan, Pemdes Srikaton sangat getol melakukannya. Pada 2024 ini mereka menggunakan sebagian dana desa (DD) untuk pengaspalan jalan.
“Pada tahun ini akan dilakukan pengaspalan di tiga lokasi,” terang Kepala Desa (Kades) Srikaton Agus Tri Kuncoro.
Lokasi pertama di Dusun Kedungcangkring. Panjangnya 250 meter dan lebar tiga meter. Jalan ini berfungsi ganda. Menuju perkampungan dan persawahan. Sementara kondisinya mulai rusak.
“Dulu jalan tersebut sudah pernah diaspal. Namun sudah rusak kembali,” imbuhnya.
Pengaspalan baru bisa dilakukan tahun ini. Karena harus bergantian dengan proyek lain. Penggunaan anggaran dari DD yang membat pemdes harus melakukan secara bertahap.
Lokasi yang kedua di Dusun Slamborlor. Panjangnya 500 meter dengan lebar tiga meter. Serta lokasi ketiga ada Dusun Ngampelkurung. Yang di sini sepanjang 250 meter dengan lebar tiga meter pula.
“Dari tiga lokasi, hanya jalan yang di Dusun Kedungcangkring yang masih belum selesai,” kata laki-laki berusia 42 tahun tersebut.
Agus menambahkan pengaspalan tersebut bertujuan mempermudah akses transportasi warga. Baik menuju permukiman warga ataupun ke persawahan.
Selain itu kondisi jalan yang berlubang dan masih berupa tanah juga tidak enak dilihat. Maka dari itu setiap tahunnya pemerintah Desa Srikaton melakukan pengaspalan jalan
Modali Pelatihan agar Jadi Usahawan
Pemdes Srikaton tanggap melihat potensi warganya yang tertarik mengengbangkan usaha mikro, kecil, menengan (UMKM). Salah satunya dengan membuat pelatihan pada 2023. Agar mereka yang mendapat pelatihan bisa mengembangkan menjadi pelaku UMKM.
“Dinas Ketenagakerjaan melalui desa mengadakan kegiatan pelatihan di tahun 2023 kemarin,” jelas Kades Agus Tri Kuncoro.
Pelatihan berlangsung dua kali. Yang pertama pelatihan tentang tata boga. Kemudian yang kedua tata rias. Tempatnya di aula kantor Desa Srikaton, Kecamatan Papar.
“Respon warga terutama ibu-ibu ini sangat bagus saat tahu ada kegiatan pelatihan,” ucapnya.
Saat itu ada 25 orang peserta. Tanggapan mereka bagus dan positif. Bahkan meminta digelar lagi pelatihan. Agar bisa menjadi satu usaha.
Salah satu pesertanya adalah Erni Yuni Afrida. Kini, perempuan yang kerap dipanggil Erni ini memiliki usaha katering.
“Saya ingin nantinya bisa diadakan pelatihan olahan jenis makanan lain,” harap Erni.
Usaha katering Erni berjalan pada 2019. Karena hanya membuat ketika ada pesanan, ia masih mengerjakan sendiri dengan dibantu oleh suaminya. “Usaha katering ini saya menerima pesanan kue tart, snack boks, nasi tumpeng, hingga jajanan,” imbuhnya.
Meski hanya usaha rumahan, namun tangan Erni ini dapat menciptakan produk yang tidak kalah yang dijual di toko-toko. Hanya saja pemasaran usahanya masih dari mulut ke mulut. Yang pesan masih dari lingkungan desa dan desa tetangga.
Wanita ini memang punya pengalaman bekerja di toko kue. Kemudian dia kembangkan dengan membuat makanan berat.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah