KEDIRI, JP Radar Kediri – Mata air yang berada di Desa Jarak, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri ini masih erat dengan nilai kearifan lokal. Salah satunya tradisi Kebur Ubalan. Meski kawasan Sumber Ubalan masih ditutup untuk umum, warga setempat masih sering mengunjungi mata air ini.
Melalui tradisi tahunan itu, warga lokal akan turun ke mata air. Kebur Ubalan sendiri merupakan tradisi sebagai wujud syukur warga setempat. Dalam perayaan itu, masyarakat akan membuat gunungan dari hasil bumi untuk kemudian diperebutkan bersama warga lainnya.
“Tahun ini tetap ada waktu 1 Sura. Jadi meskipun masih tutup, tetap dipakai untuk kegiatan warga setempat,” ujar Iin, salah satu warga setempat.
Salah satu yang unik dari tradisi itu adalah warga setempat yang menyediakan dawet. Semua orang—tak hanya warga setempat—boleh menikmati hidangan minuman tradisional itu secara gratis di hari Kebur Ubalan.
Kawasan mata air itu memang masih disakralkan oleh masyarakat. Selain berkunjung untuk urusan spiritual, masih banyak juga masyarakat setempat yang mendatangi mata air tiap harinya. Salah satunya dengan tujuan mencuci pakaian.
“Saya tiap hari nyuci di sini. Terkadang juga ramai warga lainnya banyak yang ikut. Kalau warga asli sini memang bebas masuk,” lanjut Iin.
Hanya saja, masyarakat lebih sering mencuci di saluran air sumber. Sebab, lokasi mata air yang berada beberapa ratus meter dari kawasan wisata membuat warga enggan berjalan ke dalam hutan.
“Di sini (saluran air di kawasan wisata, Red) sama saja. Biasanya yang ke sumbernya cuma anak-anak yang pengen mandi,” ucapnya.
Kedekatan warga setempat dengan mata air ini juga terlihat dari banyaknya masyarakat yang berlalu lalang di kawasan wana wisata itu. Mulai dari ibu-ibu yang mencuci pakaian, anak-anak yang memancing ikan lokal, hingga para petani yang pulang dari sawah.
“Kalau warga asli sini bebas (beraktivitas di kawasan mata air, Red). Mereka juga sudah hapal sama jalannya. Biasanya banyak yang pulang dari ladang, lewat sini juga,” ujar Madjuri, salah satu petugas jaga kawasan wisata Sumber Ubalan menambahkan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah