Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Liputan Khusus Ramadan: Masjid Al-Khalid Semampir Kediri, Masjid Minimalis yang Pasukan Arsitektur Jawa, Jepang dan Modern

Emilia Susanti • Senin, 18 Maret 2024 | 19:16 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Bangunannya memang tak begitu megah. Namun, di balik kesederhanaan tersembul keunikan. Arsitekturnya pun memadukan tiga seni sekaligus, Jawa, Jepang, dan modern.

Dari jalan raya, masjid yang berada di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota Kediri ini yang terlihat pertama adalah bangunan menaranya. Tingginya 25 meter, berbentuk persegi panjang dengan ‘hiasan’ di bagian atas. Tapi, ‘hiasan’ itu adalah tulisan kaligrafi kufi, satu seni kaligrafi asal Irak.

“Itu (kalifgrafi kufi, Red) adalah asmaul husna,” terang Yono Heryadi, yang merupakan arsitek masjid bernama Al-Khalid tersebut.

Yono, demikian sang arsitek ini biasa dipanggil, kemudian menceritakan tentang proses pembangunan masjid tersebut. Yang berlangsung kurang lebih selama satu tahun. Dimulai awal 2018 hingga awal 2019. Secara resmi masjid ini diresmikan 25 Januari 2019.

Pendirinya? “Seorang warga Kelurahan Semampir yang tidak ingin disebut namanya,” jawab Yono.

Masjid Al-Khalid ini boleh dibilang unik. Yono berusaha mendesain agar bangunan tidak terlihat serong, meskipun menghadap kiblat. Karena itu dia menyamarkannya dengan memberi tambahan kolam ikan di tiga sisinya, utara, selatan, dan barat.

Tapi, tak hanya desain luar yang jadi perhatian Yono. Bagian dalam juga tak dilupakan oleh pria yang sehari-hari adalah aparatur sipil negara (ASN) di Pemkot Kediri ini. Banyak detil yang di konsepkan.

Bagian dinding atas misalnya, Yono memanfaatkan balok-balok kayu jati. Ditata dengan berjarak antara satu balok dengan lainnya. Tujuannya, selain seni juga untuk lubang sirkulasi udara. Sehingga, tanpa AC pun hawa di dalam masjid terasa sejuk. Ditambah lagi dengan efek kolam di sekitarnya, menjadi kian menjauhkan dari rasa gerah.

“Masjid ini juga tidak memiliki kubah. Ada konsep Jawa pada bagian atapnya. Lalu saya usahakan tidak ada sisi yang melengkung, tetapi tegak lurus. Harapannya ibadahnya juga bisa tegak lurus,” terangnya.

Lalu, bagian dalam masjid didominasi warna cokelat kayu. Memberikan kesan alami. Bila lebih jeli lagi, masih ada kaligrafi kufi yang mengelilingi tembok bagian dalam. Isinya, tulisan ayat kursi.

Yono menyadari bangunan masjid berdiri di lahan yang tidak luas. Agar bisa lapang dia menerapkan desain pintu geser ala Jepang. Membuat pintu yang terbuka tidak memakan ruang terlalu banyak.

“Karena ada keterbatasan lahan, sehingga memakai jendela dan pintu geser. Lebih hemat,” jelasnya.

Yono juga tak melupakan para disabilitas. Ada jalur khusus untuk kursi roda. Khususnya saat menuju tempat wudu putri yang berada di lantai.

Ketua Takmir Masjid Al-Khalid Imam Budi Santoso ikut menambahkan. Menyebut bahwa masjid ini telah memenangkan beberapa penghargaan. Terakhir, yang terkait pemberdayaan ekonomi di tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Jadi kami bersaing dengan kurang lebih 400 masjid,” terangnya.

Budi bercerita, masjid ini tak hanya didatangi umat muslim yang hendak salat lima waktu saja. Beberapa datang untuk melihat langsung konsep bangunan untuk tujuan belajar ataupun mencari inspirasi. Juga, ada yang memanfaatkan untuk sesi foto pre-wedding ataupun akad nikahnya.

“Jadi kami sediakan paket-paket tertentu,” ujarnya.

Menariknya lagi, masjid ini juga menerapkan unsur modernitas dalam hal kegiatan sosial. Misalnya, masjid ini menyediakan pembayaran QRIS untuk masyarakat yang ingin berinfak. Lalu, ada mesin khusus semacam anjungan tunai mandiri (ATM) yang disediakan untuk warga penerima bantuan beras.

“Jadi ada sekitar 180 warga sini yang kami berikan kartu khusus seperti ATM. Nanti ditempelkan pada mesin kemudian keluar beras sebanyak 3 liter. Bantuan sosial ini kami berikan dua kali dalam satu bulan. Dan waktunya dilakukan saat subuh, juga untuk mengundang masyarakat agar mau berjamaah subuh,” terang sang ketua takmir.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#ramadhan #arsitektur masjid #kediri raya #masjid