Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Menelusuri Sumber Air di Kediri: Sumber Ubalan Peninggalan Era Kolonialisme Belanda

Ayu Ismawati • Jumat, 15 Maret 2024 | 19:42 WIB
JERNIH: Saluran air yang berada di Sumber Ubalan Desa Jarak, Plosoklaten
JERNIH: Saluran air yang berada di Sumber Ubalan Desa Jarak, Plosoklaten

KEDIRI, JP Radar Kediri - Begitu sampai di Sumber Ubalan, pengunjung akan langsung disambut dengan bangunan gapura kecil dari material beton. Gapura itu sekaligus menjadi pintu masuk mata air jernih di baliknya. Dengan aksen warna cokelat kemerahan, gapura itu berdiri kokoh di tengah rimbunnya hutan Kalasan.

Tepat di tengah gapura, terdapat sebuah prasasti berbahasa Belanda. ‘Is bij den aanleg, deze waterleiding, de eerste steen, geplaatst’. Kurang lebih dapat diartikan peletakan batu pertama pembangunan pipa air oleh administrator pada saat itu. Yakni, seorang warga negara Belanda Bernama Boon yang pada waktu itu menguasai kawasan perkebunan sekitar sana.

“Itu (gapura mata air, Red) dulu peninggalan Belanda,” ujar Madjuri, salah satu petugas penjaga kawasan sumber air.

Tak hanya gapura saja, melainkan juga saluran air di sana juga dibangun oleh pemerintah Kolonial Belanda. Air dari sumber dialirkan melalui saluran selebar lebih kurang 50 centimeter.

“Itu dulu airnya diarahkan untuk perkebunan. Sekarang untuk kebutuhan sawah-sawah di sekitar sini,” lanjutnya.

Hingga kini, air dari Sumber Ubalan terus mengalir melalui saluran tersebut. Selain untuk kebutuhan irigasi sawah, juga sering dimanfaatkan warga setempat untuk berbagai aktivitas. Salah satunya mencuci pakaian.

“Dulu waktu tempat ini masih buka, dipakai juga untuk dialirkan ke kolam renang,” tandasnya.

Kini, dengan kawasan Sumber Ubalan yang masih ditutup sejak pandemi Covid-19, belum banyak ditemui aktivitas masyarakat di sana. Baliho bertuliskan ‘Kawasan Wisata Sumber Ubalan Ditutup mulai tanggal 17 s/d 29 Maret 2020’ masih terpampang di gerbang masuknya. Menyisakan suasana hening dan asri di kawasan seluas lebih kurang 10 hektare itu.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#wisata #mata air #sumber air