KEDIRI, JP Radar Kediri - Berbicara soal Sumber Ubalan memang tidak bisa dilepaskan dari pengembangan wana wisatanya. Di luar area mata airnya, kawasan ini ditopang oleh hutan lindung seluas lebih kurang 10 hektare. Beberapa di antaranya dikembangkan menjadi tempat wisata buatan seperti kolam berenang dan kolam perahu.
Menariknya dari kawasan sumber ini, pengembangan wisata dilakukan di kawasan yang terpisah dari mata air. Kawasan wisata buatan dan mata airnya terpisah. Di ujung kawasan wisata Ubalan, terdapat gerbang menuju ke mata air. Pengunjung harus berjalan sekitar 200 meter untuk menuju ke mata air.
“Sumbernya masih jauh di belakang,” ujar Madjuri, salah satu petugas jaga wisata Ubalan.
Dengan begitu, meski banyak bangunan permanen dan fasilitas di kawasan wisata Ubalan, mata airnya tetap dibiarkan alami. Untuk mencapai mata air di tengah hutan itu, harus lebih dulu berjalan di antara rimbunan pohon. Pun melewati sungai yang melintang di jalan setapak tersebut.
Karena berada di kawasan hutan lindung, mata air ini dikelilingi beragam pepohonan besar. Di antaranya Pohon Bendo dan Trembesi. Air dari Sumber Ubalan ini kemudian dialirkan melalui saluran sepanjang lebih dari 100 meter. Sedikitnya terdapat dua saluran air utama di sana.
“Yang saluran terbuka itu mengalir ke sawah-sawah. Yang pipa itu dulu untuk kolam renang,” lanjut Madjuri.
Kolam renang di kawasan itu memang sempat menjadi daya tarik dari Sumber Ubalan. Hanya saja, kawasan wana wisata ini belum dibuka kembali untuk masyarakat umum sejak pandemi Covid-19.
“Masih tutup sejak 2020 lalu. Tapi tetap setiap hari ada penjaganya. Sama yang bersih-bersih di sini,” ucapnya.
Kini, kawasan sumber itu terbengkalai. Beberapa fasilitas seperti panggung hiburan, ruang pertemuan, taman bermain anak, dan kolam renang nampak kotor dan tak terurus. Hanya saja, absentnya aktivitas manusia di sana justru membuat kawasan mata air ini terasa asri. Dengan diam-diam terus mengalirkan air untuk segala kehidupan di hilirnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah