Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Pehwetan, Papar, Kabupaten Kediri: Terkenal dengan Kesenian Jaranan yang Lestari hingga Dua Generasi

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 14 Maret 2024 | 18:13 WIB
MELESTARIKAN BUDAYA : Pemerintah Desa Pehwetan berperan dalam pelestarian kesenian, terutama kesenian jaranan.
MELESTARIKAN BUDAYA : Pemerintah Desa Pehwetan berperan dalam pelestarian kesenian, terutama kesenian jaranan.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Di antara 17 desa yang ada di Kecamatan Papar, Desa Pehwetan paling dikenal sebagai ‘Desa Jaranan’. Seni tradisional ini tak hanya digemari kalangan muda, juga para orang tua. Bukti dari kegemaran itu adalah terbentuknya paguyuban jaranan yang terus dilestarikan hingga turun-temurun.

Awal mula terbentuknya paguyuban ini juga dari aktivitas generasimuda. Mereka yang suka bermain jaranan, akhirnya membentuk kelompok berlatih setiap minggu. Hingga terbentuk menjadi kelompok kesenian jaranan bernama Turonggo Yekti Budaya.

“Saat ini sudah diteruskan ke generasi kedua,” terang Kepala Dusun Jeblog Agus Subiyanto.

Yang menjadi catatan khusus dari jaranan Pehwetan adalah penampilan tari celengan. Jika pada umumnya celengan in tampil bersama dengan penari jaranan, di sini punya sesi sendiri. Yang tampil dengan gerakan-gerakan khasnya.

Jumlah anggota kelompok ini terus bertambah. Kini sudah mencapai 60 orang. Sebagian berasal dari luar Desa Pehwetan.

Salah satu kunci lestarinya kesenian ini adalah dukungan dari Pemdes Pehwetan. Tak hanya membina pemdes juga menyediakan saluran untuk berekspresi. Kelompok jaranan diberi ruang dan waktu tampil di berbagai kegiatan. Seperti perayaan Agustusan hingga Suroan.

“Dulu waktu jaranan masih jarang ada, pada tahun 2011 pernah tampil di luar kota,” kenang Agus, menceritakan pengalaman mereka yang disewa untuk tampil pada acara khitanan di Surabaya.

 

Demi Produktivitas, Benahi Jalan menuju Persawahan

Kualitas infrastruktur, terutama jalan, sangat berperan dalam peningkatan produktivitas pertanian. Memiliki jalan yang bagus akan menunjang lancarnya pengangkutan pascapanen. Karena itulah, Pemdes Pehwetan memprioritaskan pembenahan jalan ini sebagai penopang program ketahanan pangan.

Bentuknya adalah perabatan jalan. Pengecoran jalanan desa tersebut berada di tiga dusun. Yaitu di Dusun Gondang, Pehwetan, dan Jeblog.

“Rabat jalan ini permintaan warga. Agar mempermudah akses ke lahan pertanian,” kata Kepala Desa (Kades) Pehwetan Rudy Santoso.

Dua dari tiga jalan itu sebelumnya masih berupa jalan tanah. Yaitu yang ada di Dusun Jeblog dan Gondang. Hal ini yang membuat kondisi jalan menjadi becek dan berlumpur ketika musim hujan. Menjadikan warga sulit melewati.

Anggaran proyek ini berasal dari dana desa (DD). Dengan volume yang berbeda di tiap dusun. Jalan di Dusun Gondang memiliki panjang 280 meter dengan lebar 1,3 meter. Sedangkan yang ada di Dusun Jeblog panjangnya 420 meter serta lebar 3 meter.

Berbeda dengan proyek di dua dusun itu, perabatan di Dusun Pehwetan tidak seluruhnya. Hanya di bahu jalan. Sebab, jalan ini sudah memiliki permukaan aspal dan kondisinya masih bagus.

“Tujuan perabatan ini agar bahu jalan tidak ditumbuhi rumput liar,” terang Kades Rudy.

Pada rabatan bahu jalan tersebut, di beberapa titik akan diberi lubang air. Lubang ini mengarah langsung ke saluran irigasi yang ada di sampingnya. “Lubang air itu ada di tembok penahan tanah,” lanjut sang kades.

Proyek rabat jalan di Dusun Pehwetan ini merupakan lanjutan kegiatan tahun lalu. Dengan panjang 932 meter dan lebarnya 1,5 meter.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#budaya #jaranan #kesenian #Profil Desa