KEDIRI, JP Radar Kediri - “Di sini niatnya tidak hanya membangun masjid. Tapi membangun masjid yang juga estetis,” ucap Sugiono. Lelaki 60 tahun ini adalah takmir Masjid Jami Imam Baidhowi, masjid dengan desain arsitektur megah yang sebagian terinspirasi Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.
Nuansa masjid yang jadi salah satu jujukan umat Islam ketika haji maupun umrah itu memang sangat terasa di masjid yang berdiri di Desa Langenharjo, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri ini. Langsung terlihat dari payung-payung besar di area luar.
Total ada enam payung berwarna putih gading. Tiga di antaranya bisa terbuka dan tertutup secara otomatis. Sedangkan sisanya terbuka secara permanen.
“Sekarang cuma enam. Nantinya akan terus ditambah,” terang Sugiono.
Dia tak menampik payung-payung itu mencontoh Masjid Nabawi. Sejak awal, desain masjid jami ini ingin mencontoh arsitektur masjid yang menjadi satu dengan makam Rasulullah itu. Terutama ornamen payung raksasa di pelataran.
Tapi, kemegahan masjid ini tak hanya berwujud pada keberadaan payung-payung itu. Secara keseluruhan Masjid Jami Imam Baidhowi memiliki desain arsitektur yang megah dan indah. Seperti menara setinggi 33 meter di bagian timur. Serta bangunan terpisah serupa anjungan yang digunakan untuk tempat beduk raksasa. Bangunan ini ada di bagian utara.
Berpindah ke bagian dalam, kemewahan masih tersaji. Terutama dari desaub interior masjid dua lantai yang ditopang sepuluh pilar tersebut. Ketika melangkah masuk, jemaah masjid akan melewati pintu besar yang sekelilingnya terbuat dari kayu ukir. Lebih menarik, pintu itu berlapis kuningan dan tembaga.
“Pintu-pintu masjid ini dipesan langsung dari Boyolali (Jawa Tengah),” terang sang takmir.
Masih ada lagi yang membuat decak kagum. Kali ini adalah lampu gantung yang tepat di bagian tengah langit-langit. Tersusun dari 32 lampu yang mengisi dua lingkaran besar. Di ring luar tergantung 24 lampu. Sisanya ada di ring dalam.
Berada di dalam masjid berukuran 16 x 23 meter ini akan terasa dingin. Bukan hanya dihasilkan dari air conditioner (AC) yang terpasang, melainkan juga efek dari lantai dan dindingnya yang berasal dari batu alam, dari marmer dan granit.
Dengan desain yang seperti itu, wajar bila Masjid Jami Imam Baidhowi banyak jadi jujukan warga yang ingin salat maupun sekadar melihat-lihat. Meskipun usianya belum ada setahun, diresmikan 28 September 2023.
Adalah H Imam Baidhowi yang membangun masjid tersebut. Purnawirawan TNI dengan pangkat Brigadir Jenderal itu melakukannya sejak 2022. Tujuannya untuk menyediakan tempat beribadah bagi warga sekitar.
Sejatinya Baidhowi sudah pernah membangun masjid. Namun bukan berada di desa yang sama dengan Masjid Jami Imam Baidhowi. Melainkan di Desa Pelem, Kecamatan Pare. Dengan nama Masjid Assalam.
Memang kedua masjid tersebut memiliki jarak yang tak jauh. Hanya sekitar 1 kilometer (km), namun karena banyak warga yang ingin masjid yang lebih dekat, Baidhowi pun kembali membangun masjid di Desa Langenharjo.
“Alhamdulillah karena ada rezeki, jadi dibuatlah satu lagi masjid di sini,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah