Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Jojo, Semen, Kabupaten Kediri: Kekayaan Alam dan Indahnya Pemandangan Jadi Ladang Pemasukan

Habibaham Anisa Muktiara • Rabu, 13 Maret 2024 | 17:47 WIB

 

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri- Berada di kaki gunung menjadikan desa ini punya potensi terpendam. Yakni keindahan alam yang bisa digunakan mendulang pendapatan. Menjadikannya destinasi wisata yang menarik.

Desa Joho di Kecamatan Semen, memang berada di dataran tinggi, di lereng Gunung Wilis. Namun, akses ke tempat ini sangat mudah dijangkau. Jalanannya memang berkelak-kelok dan naik turun. Namun sudah beraspal mulus dan berukuran lebar. Justru, jalanan seperti itu yang sangat menarik dilewati bagi penyuka traveling.

Belum lagi ada potensi keindahan alam yang melimpah. Desa ini memiliki tempat yang bernama Sumber Podang. Destinasi wisata yang mengandalkan kesejukan dan keindahan suasana pegunungan. Yang patut dicatat, dengan biaya yang sangat murah.

"Pengunjung hanya perlu bayar parkir, tak ada tiket masuk," terang penjaga parkir di lokasi ini, Sunaryo.

Biaya parkir untuk sepeda motor hanya Rp 3 ribu. Sedangkan mobil Rp 5 ribu. Tempat wisata ini buka setiap hari, mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

“Biasanya ramai kalau Sabtu dan Minggu, juga waktu anak sekolah libur,” imbuhnya.

Saat ini, daya tarik Sumber Podang bertambah. Yaitu tingginya debit air. Yang kian menjadikan wahana bermain air menjadi asyik.

Selain menjual ketenangan, beberapa hal bisa dilakukan di tempat ini. Seperti menyusuri jalan menuju Embung Joho, berenang menikmati kesegaran air pegunungan, menikmati panorama taman bunga kelir dan river tubing, atau sekadar menyusuri sungai.

Desa Joho memiliki dua jenis wisata, edukasi dan outbond. Lokasinya tersebar di empat titik di tiga dusun. Wisata edukasinya adalah peternakan lebah madu,  pembuatan nasi tiwul, bercocok tanam, dan kerajinan bambu. “Sedangkan outbond-nya ada fliying fox,perkemahan, dan tubing river,” jelas Kepala Desa Joho Deddy Saputra. 

Pertahankan Lesung, Jadikan Alat Bunyi-bunyian

Lesung tak pernah lepas dari kehidupan petani pada zaman dulu. Fungsi utamanya adalah untuk penumbuk padi. Selain juga bisa menjadi alat penghasil bunyi-bunyian layaknya perkusi.

Di era modern seperti sekarang, lesung sudah sulit ditemukan. Kegiatan menumbuk padi sudah tergantikan dengan kehadiran mesin rice milling machine alias mesin giling padi. Karena itu penduduk yang menumbuk padi di lesung nyaris tak ada lagi.

Tapi, di Desa Joho tradisi itu tetap dipertahankan. Lesung dijaga kelestariannya. Bukan menjadi penumbuk padi tapi lebih ke alat musik.

“Masyarakat desa dulu menumbuk padi dengan lesung ternyata menghasilkan irama,” cerita Nur Azizah, salah seorang pemain lesung.

Lesung yang digunakan memiliki panjang dua meter. Usianya juga sudah tua. Namun masih mampu mengeluarkan bunyi-bunyian yang enak didengar ketika dipukul dengan alu-kayu bulat panjang yang dijadikan pemukul. Kesenian ini berupaya dilestarikan oleh Pemkab Kediri.

Masih menurut keterangan Nur, kesenian klothekan-nama bermain musik dengan lesung-biasanya dimainkan oleh perempuan tua atau sesepuh. Mereka biasanya sudah lama memegang lesung. “Sebagian besar, ibu-ibu yang bermain musik tradisional lesung sudah berpengalaman,” ungkap Nur.

Setiap lesung biasanya dipukul empat atau lima pemain. Masing-masing memegang satu alu. Pukulan yang mereka lakukan secara ritmis itu menghasilan nada-nada yang enak didengar.

Saat ini Desa Joho, hanya terdapat dua warga saja yang memiliki lesung. Yang digunakan merupakan lesung milik almarhum Mbah Mandorus. Lesung tersebut kini diletakkan di gedung PAUD PKK Desa Joho. 

 Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #desa milenial #Ladang #kekayaan alam #jawapos