KEDIRI, JP Radar Kediri- Mata air ini bagaikan oase di tengah permukiman padat penduduk. Alhasil, mata air ini nyaris tak pernah sepi dari pengunjung. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Karakter mata air ini tak seperti kebanyakan. Hanya ada sedikit pepohonan besar di sekelilingnya. Apalagi, pohon ficus besar yang memayungi kawasan mata air. Alih-alih, mata air yang dijuluki Sumber Kweden ini dikelilingi bangunan-bangunan permanen dalam bentuk permukiman masyarakat.
Namun begitu, airnya terus mengalir deras di tengah bangunan permanen di sekitarnya. Dengan debit air yang tinggi, sumber yang berada di Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem itu selalu ramai pengunjung.
“Memang sering mandi di sini sama teman-teman. Terkadang sambil mancing ikan wader,” ujar Rio, salah satu pengunjung di Sumber Kweden.
Yang membuat warga—khususnya anak-anak semakin antusias bermain di sana adalah kawasannya yang bisa menjadi tempat wisata murah bagi mereka. Siapa saja boleh ke sana tanpa dipungut biaya. “Gratis, nggak bayar,” lanjut Rio.
Saking banyaknya pengunjung di sana, beberapa pedagang kaki lima (PKL) berjajar di dekat kawasan sumber. Berbagai jajanan mereka tawarkan, salah satunya bagi pengunjung sumber air di sana.
Selain jadi objek wisata murah bagi masyarakat, sumber air ini juga punya peran vital bagi para petani. Dengan debit air yang besar, Sumber Kweden tak hanya menjadi tempat aktivitas warga setempat. Seperti mandi dan berenang. Melainkan juga sebagai sumber pengairan hamparan sawah yang terbentang di hilirnya.
Untuk menuju ke sana juga terbilang mudah. Kawasan mata air ini hanya berjarak 4,8 kilometer dari ikon Kabupaten Kediri; Simpang Lima Gumul. Lokasinya juga berada tepat di samping jalan raya penghubung antardesa di Kecamatan Ngasem.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah