KEDIRI, JP Radar Kediri - Meski selalu diramaikan dengan bocah-bocah yang rutin bermain di sana, agaknya mata air ini perlu perhatian lebih. Sebab, beberapa titik bangunan pengaman kolam sumber justru ambrol. Fondasi yang tak sesuai dengan karakteristik sumber disinyalir jadi penyebab utamanya.
Bocah-bocah usia pelajar sekolah dasar itu asik mandi dan berenang di Sumber Kweden. Seolah abai dengan kondisi sekelilingnya yang memperihatinkan. Di kolam seluas lebih kurang 10x70 meter itu, hampir separo bangunan pengamannya ambrol. Beberapa titik plengsengan itu rusak. Hingga puing-puingnya jatuh ke dalam kolam mata air.
Sedikitnya ada 11 titik di plengsengan yang ambrol. Kerusakannya pun beragam. Beberapa nampak sudah pernah direhabilitasi. Yakni, dengan diberi jaring-jaring dan susunan batu. Beberapa lainnya dibiarkan begitu saja.
“Ini baru dibangun juga yang untuk perbaikan satu sisinya. Awalnya kan juga ambrol, terus diperbaiki,” ujar Gusa, salah satu pengunjung.
Pria yang kerap berkunjung ke Sumber Kweden bersama anak-anaknya itu mengatakan, plengsengan di sana memang kerap ambrol. Salah satunya karena tergerus air. “Karena yang dibangun plengsengan itu kan jalan air. Jadi ya tergerus,” ucapnya.
Menurutnya, seharusnya kawasan mata air dibangun dengan beronjong-beronjong. Atau, batu-batu yang disusun dan diperkuat dengan kawat-kawat, tanpa ‘dipermanenkan’ dengan semen.
“Harusnya kan berongjong-beronjong seperti yang baru itu, yang perbaikan. Jadi airnya bisa lewat tanpa merusak bangunan,” tandasnya.
Adapun mata air ini setiap hari masih banyak dimanfaatkan masyarakat. Salah satunya, sebagai tempat mandi, berenang, dan memancing ikan-ikan kecil. Selain itu, sumber yang berada di samping jalan raya itu juga masih difungsikan sebagai sumber irigasi sawah. Air dari Sumber Kweden mengalir hingga ke area persawahan di Desa Karangrejo dan sekitarnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah