Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Nanggungan, Kayenkidul, Kabupaten Kediri: Pacu Peningkatan Penghasilan, Bekali Warga dengan Pelatihan

Habibaham Anisa Muktiara • Senin, 4 Maret 2024 | 17:12 WIB
ANTUSIAS : Pemdes Nanggungan memberi pelatihan ternak kambing dan pembuatan pakan fermentasi kepada warganya yang berkategori pengangguran musiman.
ANTUSIAS : Pemdes Nanggungan memberi pelatihan ternak kambing dan pembuatan pakan fermentasi kepada warganya yang berkategori pengangguran musiman.

 

KEDIRI, JP Radar Kediri- Bila setiap musim tanam, para buruh tani ini pasti banyak dicari. Tapi, saat musim tanam selesai, mereka pun kembali jadi pengangguran. Agar mereka mampu meningkatkan kemampuan dirinya, Pemdes Nanggungan memberi mereka pelatihan keterampilan.

Memiliki sebagian besar wilayah sebagai lahan pertanian, Desa Nanggungan, Kecamatan Kayenkidul pun banyak memiliki warga yang bekerja di sektor pertanian. Tak hanya sebagai pemilik tanah sebagian besar adalah buruh tani.

Sebagai buruh tani, mereka baru bekerja bila masuk musim tanam. Sebaliknya, ketika garapan sudah tidak ada dan tenaga mereka  tak lagi diperlukan, para buruh tani ini menjadi pengangguran musiman.

Fakta tersebut membuat Pemerintah Desa (Pemdes) Nanggungan membuat program pemberdayaan pada buruh tani. Berupa pemberian pelatihan keterampilan kerja.

“Sekaligus mendorong para buruh tani memiliki tambahan penghasilan,” kata Kepala Desa (Kades) Nanggungan Katmiran.

Salah satu pelatihan itu terkait dengan peternakan kambing dan domba serta fermentasi pakan ternak. Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri.

Kemudian, pada 2024  ini rencananya akan diberikan tentang pelatihan budi daya ikan lele. Agar warga desa memiliki banyak keterampilan. Kemudian bisa dikembangkan menjadi satu usaha. Bisa menjadi peternak kambing, domba, atau pembudi daya ikan lele.

“Soal pemasaran hasil bisa bekerja sama dengan bumdes,” jelas Katmiran. 

 

Pagi ke Sawah, Siang Bikin Tas Anyaman

Tak hanya warga lelaki yang mendapat pelatihan keterampilan, warga perempuan pun juga mendapatkan. Bedanya, kaum hawa ini diberi materi membuat kerajinan tangan  tas anyaman. Kini, sebagian warga sudah menjadikan keterampilan itu sebagai unit usaha.

“Awalnya dulu ikut pelatihan yang diadakan oleh pemdes,” jelas Sri Wahyuni, salah seorang pengusaha tas anyaman.

Memang, tidak semua peserta pelatihan yang mengikuti hingga tuntas. Tapi, Sri adalah salah satu yang aktif hingga terakhir. Jumlah kelompoknya juga tidak sebanyak dulu. Yang semula 20 orang tinggal delapan orang saja. Toh, hal ini tak menyurutkan semangat mereka untuk berkarya.

Waktu mereka tak dihabiskan membuat tas anyaman. Melainkan dibagi dengan pekerjaan sebagai buruh tani. “Pagi ke sawah, kemudian pulang membuat tas anyaman sembari mengurus rumah,” terangnya.

Wanita 41 tahun menjelaskan, bahwa tas anyaman buatan kelompoknya ini berbahan kain embos. Selain mudah didapat, bahan ini juga ramah di kantong. Bahan baku ini dibeli dari Jombang.

Dalam proses produksi, saat ini kelompok mereka baru mendapat bantuan alat potong. Sehingga tidak lagi melakukan pemotongan secara manual. Bantuan alat potong ini juga membuat pekerjaan lebih efektif.

Selain bantuan alat potong, kelompok ini juga mendapat bantuan lemari etalase. Tempat mereka menempatkan tas buatannya untuk didisplay. Tentu sangat membantu dalam promosi dan pemasaran.

Tas hasil karya kelompok ini tergolong laris. Peminatnya banyak. Tak hanya dari Kediri namun juga dari luar wilayah. Tak hanya yang dekat seperti Tulungagung atau Pacitan, juga ada orderan dari Jakarta.

Salah satu andalannya adalah harganya yang murah tapi kualitas dan bentuknya bagus. Yang cocok untuk goodybag atau bawaan pulang setelah  mendatangi pengajian, khitanan, atau acara lainnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #milenial #pelatihan #desa