KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemerintah Desa Jagung, Kecamatan Pagu sedang melakukan proses pembangunan gedung olahraga. Pembangunan dilakukan secara bertahap, masih akan berlanjut hingga tahun depan.
Mens sana in corpore sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Filosofi itu ditanamkan Pemerintah Desa Jagung dengan membangung kembali sarana olahraga. Gedung sport center yang bisa digunakan untuk futsal, bulutangkis, dan bola voli.
Bila jadi nanti, gedung olahraga ini bisa menampung tiga jenis cabang olahraga yang populer di masyarakat. Karena di dalam gedung ini ada fasilitas lapangan bola voli, bulutangkis, dan futsal. Tentu, tidak dimainkan dalam waktu yang bersamaan. Melainkan bergantian.
Toh, meskipun demikian, penyediaan sarana dan prasarana olahraga yang dikemas dalam sport center atau gedung olahraga ini layak diacungi jempol. Karena bisa menjadi wadah penyaluran hobi dan kegiatan berolahraga warga Desa Jagung, Kecamatan Pagu ini.
“Sebenarnya dulu juga ada, namanya gedung serba guna. Tapi sudah rusak di sana-sini sehingga tidak layak digunakan,” terang Sekretaris Desa (Sekdes) Jagung Deni Anggriawan.
Sebenarnya, pembangunan gedung olahraga ini sudah berlangsung sejak 2016 silam. Kalaupun saat ini masih belum selesai karena ada beberapa penghentian. Terutama ketika terjadi pandemi, karena anggaran dana desa lebih diprioritaskan untuk bidang kesehatan dan dampak pandeminya.
“Sebenarnya pada 2019 sudah masuk tahap pembangunan dinding. Setelah itu semua prosesnya terhenti karena pandemi dan mulai dilanjutkan kembali pada 2022,” urai perangkat desa berusia 31 tahun ini.
Pada 2022 itu tahapan yang dilanjutkan adalah pemlesteran dan rabat lantai. Berlanjut tahun berikutnya dengan proses pengecatan, pemasangan jendela dan pintu, serta pemasangan penerangan.
Bila sudah selesai nanti, gedung berukuran 16 x 40 meter ini tak hanya untuk tiga cabang olahraga saja. Juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan rapat dan pernikahan. Apalagi, fasilitas pendukung seperti dapur dan toilet juga didirikan. Berdampingan dengan gedung tersebut.
Batu Loncatan Jadi Polisi atau Tentara
Tidak heran bila sport center nanti juga dilengkapi dengan fasilitas untuk olahraga bola voli. Ini tak terlepas dari tingginya animo warga Desa Jagung pada olahraga ini. Tak hanya sebagai pemain, warga juga gemar menyaksikan pertandingan cabang olahraga ini.
Bibit atle voli pun melimpah. Di Desa Jagung ada 70-an orang yang berlatih. Mereka ada yang masih di level SD, SMP, SMA, dan umum. Jadwal pun disusun untuk mewadahi animo itu. Yaitu Senin, Rabu, dan Sabtu untuk atlet perempuan. Sedangkan Selasa, Kamis, dan Minggu bagi atlet laki-laki.
“Dulunya lapangan voli menggunakan lahan milik warga,” terang Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Beni Ferdian.
Baru pada 2024 dibuat lapangan outdoor di halaman balai desa. Berasal dari anggaran dana desa (DD) dan swadaya. Lengkap dengan lampu penerangan sehingga bisa digunakan untuk berlatih maupun bertanding malam hari. Khusus pengadaan lampu penerangan, berasal dari anggaran bantuan pokok pikiran (pokir) DPRD Kabupaten Kediri.
Keberadaan lampu tersebut sangat menguntungkan. Karena latihan baru mulai pukul 18.30 hingga 21.00. “Karena anak sekolah saat ini full day, jadi latihannya dilakukan saat malam hari,” kata Beni.
Pelatihnya juga bukan sembarangan. Mereka mendatangkan yang sudah memiliki lisensi. Wajar bila out put latihan sangat bagus. Bahkan, menjadi batu loncatan bagi pemuda desa untuk masuk menjadi polisi maupun tentara.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah