Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Sosok Bripda Dhea Okta Putra Pratama, Polisi yang Juga Karateka Berprestasi

Emilia Susanti • Jumat, 1 Maret 2024 | 20:15 WIB
MEMBANGGAKAN: Bripda Dhea Okta Putra Pratama menunjukkan penghargaan yang diraihnya dari kejuaraan karate berbagai tingkatan.
MEMBANGGAKAN: Bripda Dhea Okta Putra Pratama menunjukkan penghargaan yang diraihnya dari kejuaraan karate berbagai tingkatan.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Pria itu duduk di kursinya. Di ruang staf Samapta Polres Kediri Kota. Sibuk mencermati beberapa berkas yang ada di meja.

Dhea Okta Putra, yang baru bertugas di samapta sejak Januari tahun ini tersebut bukan anggota polisi biasa. Dia juga seorang atlet karate. Prestasinya pun sudah berderet-deret. Terakhir, dia baru saja mendapat penghargaan atas prestasinya di kejuaraan karate Bali Badung Open Karate International Championship 2023.

“Itu saya dapat Oktober (tahun) lalu,” terang pemuda berusia 23 tahun ini.

Gelar yang dia raih adalah juara di kategori individu senior putra kelas 84 kilogram. Prestasi itu membuatnya mendapatkan apresiasi ganda. Mendapat penghargaan dari Polres Kediri Kota  dan Polda Jatim.

Bagi pemuda yang biasa disapa Dhea ini, karate sangat berarti bagi perjalanan hidupnya. Dia berhasil menjadi anggota Polri pun karena prestasi di cabang olahraga bela diri ini. Yang telah dia ukir sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD).

“Dulu, awal ikut karate saat SMP kelas 3,” jelas alumnus SMP Negeri 1 Ngadiluwih ini.

Ada cerita panjang kenapa Dhea ingin menggeluti karate. Ketika itu, sebenarnya dia hanya ingin mengikuti ekstrakurikuler bela diri. Dan, yang ada di sekolahnya saat itu adalah karate.

Dhea ingin menguasai bela diri karena impian besarnya. Yaitu ingin menjadi anggota polisi.

“Sejak kecil saya ingin jadi polisi. Jadi, apa yang bisa membawa saya ke situ saya lakukan,” katanya pria asal Desa/Kecamatan Ngadiluwih ini.

Impiannya jadi polisi sudah terpupuk sejak dirinya TK. Yang justru diawali dengan ketakutan melihat orang berseragam polisi. Membuatnya mencari tahu apa-apa tentang polisi.

Seiring waktu, keinginan itu semakin kuat. Bahkan, ketika mendengar ada stigma pada polisi, semakin memicu hasratnya. Ingin mengubah pandangan buruk masyarakat itu dengan menjadi polisi yang berprestasi.

“Pokoknya dari kecil saya sudah ingin jadi polisi,” tandasnya.

Sayang, dia gagal masuk polisi lewat jalur seleksi reguler. Tak hanya sekali, hingga tiga kali dia gagal. Barulah pada pendaftaran keempat dia berhasil. Itupun melalui jalur prestasi.

“Karate ini yang mengantarkan saya jadi polisi,” ungkapnya.

Padahal, saat itu dirinya sudah mendapatkan kesempatan menjadi Angkatan udara (AU). Tetapi, dia meninggalkannya lantaran cita-citanya itu.

“Saya tidak menyerah. Daftar terus sampai saya nggak bisa daftar,” jelasnya.

Selain karena karate, tercapainya cita-cita ini juga tak lepas dari peran ibunya. Yang selalu memberikan dukungan penuh. Petuah-petuah ibunya sangat berdampak besar bagi sosok Dhea sekarang. Salah satunya, untuk menjaga pergaulan.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#sosok inspiratif #karate #polisi