KEDIRI, JP Radar Kediri- Memiliki tanah kas desa di tepi jalan raya adalah modal besar bagi Desa Sambirobyong. Mereka bisa menjadikan tempat itu sebagai pendulang pendapatan asli desa. Yaitu dengan membuat rest area berikut tempat kuliner.
Jalur yang melewati Desa Sambirobyong, Kecamatan Kayenkidul ini sangat strategis. Merupakan jalan alternatif dari Kabupaten Jombang ke area wisata Simpang Lima Gumul (SLG). Karena itu, membuat rest area merupakan satu upaya tepat.
“Agar bisa menarik pengendara yang ingin beristirahat,” terang Kepala Desa Sambirobyong Andri Nur Rohman.
Lebih menguntungkan lagi rest area itu berada di dekat stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina. Sehingga menambah daya tarik bagi pengguna jalan. Apalagi areanya luas, mencapai 700 meter persegi.
Rest Area Sambirobyong mulai dibangun pada 2021. Diawali dengan membuat dapur kuliner dan gazebo.Ada lima gazebo yang sudah berdiri. Modelnya klasik, yaitu dari bambu dan atap ijuk. Yang cocok digunakan untuk bersantai setelah menempuh perjalanan jauh.
Meski sederhana, rest area ini bisa membuat pengunjung nyaman. Selain dilengkapi taman, juga ada musala lengkap dengan toiletnya.
Rest area ini biasanya paling ramai saat akhir pekan. Jam bukanya mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB.
Agar menambah ramai suasana, Ibu-ibu PKK menggelar senam di tempat ini. Selain itu, juga menjadi lokasi kegiatan posyandu lansia. Ke depannya rest area ini akan ditambah empat kios. Rencananya akan disewakan untuk warga desa yang ingin berjualan.
Rawat Sumber Lele demi Kelangsungan Alam
Desa Sambirobyong, Kecamatan Kayenkidul memiliki satu mata air yang bernama Sumber Lele. Kondisinya masih terawat. Karena pihak pemdes melakukan perawatan dengan maksimal.
"Sumber Lele ini sudah ada sejak lama dan masih terawat," jelas Kades Andri Nur Rohman.
Perawatan bertujuan untuk menjaga kelangsungan sumber. Sekaligus menjaga kelestarian alam. Apalagi fungsi sumber ini juga untuk pengairan lahan pertanian milik warga. Setelah airnya mengalir ke Sungai Lorok.
Berbagai upaya pelestarian dilakukan. Seperti menggelar kerja bakti membersihkan sumber. Agar lingkungan sumber terus terjaga. “Sesekali bersama dengan warga desa kami melakukan bersih-bersih di sumber,” imbuhnya.
Lokasi Sumber Lele berada di tengah-tengah persawahan. Tidak ada akses menuju ke tempat ini. Membuat sulit bila dikembangkan dikembangkan menjadi tempat wisata. Karena itu fungsinya hanya untuk pengairan.
Pada 1972, Sumber Lele sudah diberi plengsengan. Namun, saat ini sudah banyak bagian yang rusak dan ambrol. Pemdes kini berusaha mendapatkan bantuan dari dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) untuk melakukan perbaikan.
“Sumber Lele ini pernah terkena dampak letusan gunung kelud,” kata Andri. Abu yang dikeluarkan oleh Gunung Kelud ini membuat Sumber Lele ini tidak mengeluarkan air. Karena itu perlu normalisasi yang baru berlangsung 2007.
Luasan wilayah sumber ini sekitar 100 meter persegi. Di sekitar sumber dikelilingi pohon beringin, trembesi, dan kepuh. Pepohonan tersebut membuat sumber menjadi rindang.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah