Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Bangsongan, Kayenkidul, Kabupaten Kediri: Menopang Program Ketahanan Pangan di Bidang Insfratruktur

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 29 Februari 2024 | 17:41 WIB
PERBAIKI: Pemerintah Desa Bangsongan, Kecamatan Kayenkidul akan memperbaiki jalan dan membangun tembok penahan tanah pada tahun ini.
PERBAIKI: Pemerintah Desa Bangsongan, Kecamatan Kayenkidul akan memperbaiki jalan dan membangun tembok penahan tanah pada tahun ini.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Berbagai rencana telah disiapkan Pemdes Bangsongan untuk menopang program ketahanan pangan. Seperti melakukan pengaspalan, pengecoran, hingga rabat jalan. Semua itu proyek infrastruktur untuk menunjang sektor pertanian.

Program ketahanan pangan tak melulu soal pupuk atau bibit padi. Tapi, juga sarana dan prasarana yang bisa menunjang produktivitas sektor pertanian. Karena itu, Pemdes Bangsongan, Kecamatan Kayenkidul menyiapkan perbaikan beberapa infrastruktur yang rusak.

“Yang dulu berupa aspal dikembalikan ke aspal. Dan yang pengecoran dilakukan pengecoran lagi,” jelas Kepala Desa Bangsongan Supardi.

Perbaikan jalan berupa pengaspalan lokasinya di Dusun Koripan. Panjang jalannya 100 meter.

“Karena jalan tersebut dekat dengan area persawahan sehingga cepat rusak karena juga dilewati oleh kendaraan pengangkut hasil panen,” terangnya.

Begitu parahnya kerusakan, lapisan aspal sudah habis tak tersisa. Yang menyulitkan warga desa untuk memanfaatkannya.

Perbaikan jalan dengan cara di pengecoran ini lokasinya di Dusun Bangsongan dan Dusun Koripan. Untuk jalan di Dusun Koripan ini panjangnya 350 meter. Sedangkan untuk Dusun Bangsongan panjangnya 200 meter.  “Dulunya jalan ini juga sudah pernah dicor, namun bahannya tidak bagus sehingga cepat rusak,” kata laki-laki berusia 63 tahun tersebut.

Selain melakukan pengaspalan dan pengecoran, pemerintah desa juga akan melakukan rabat jalan. Rabat jalan yang menggunakan bantuan keuangan khusus sebanyak Rp 150 juta ini untuk jalan dengan panjang 200 meter.

“Agar ketika hujan tidak lagi ambles dan bletok (becek, Red),” ungkap Supardi.

Dengan merabat jalan akses persawahan, memudahkan petani membawa hasil panen.  Yang secara tidak langsung mampu meningkatkan pendapatan petani.

Selain memperbaiki jalan rusak, pemerintah desa juga melakukan pembangunan tembok penahan tanah. Panjangnya 100 meter, lokasinya di Dusun Koripan.  Untuk pembangunan TPT ini menggunakan dana BKK.

 

 

Pasar Baru dari Iuran Pedagang

Desa Bangsongan memang sudah lama punya pasar. Namun, kondisinya sudah tua sehingga perlu direnovasi. Nah, sejak 2022 pembangunan pasar yang baru dimulai. Dan, tahun ini tinggal tahap finishing, pemasangan keramik.

“Pemasangan keramik ini rencananya akan dilakukan pada tahun ini,” jelas Kades Bangsongan Supardi

Menurutnya, pembangunan pasar menggunakan uang hasil iuran pedagang. Lokasinya berada di Dusun Gerdu. Yang pengelolanya adalah badan usaha milik desa (bumdes). Pedagang yang berjualan di pasar tersebut, selain warga sekitar namun juga warga lain desa. Dengan jenis dagangan mulai sayuran, ikan, jajanan pasar, hingga pakaian.

“Tempat berjualan ini bentuknya seperti los, kios, dan ruko,” terang Supardi.

Pasar ini bisa menampung 300 pedagang. Yang memanfaatkan fasilitas dengan sistem sewa.

 “Sekarang sistem sewanya masih dilakukan per hari,” terang Supardi.

Setiap hari pedagang membayar Rp 2 ribu. Yang penggunaannya untuk uang listrik dan kebersihan.  Ke depannya sistem sewanya akan dilakukan per bulan.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah