Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Kalibelo, Gampengrejo, Kabupaten Kediri: Pandemi Usai, Pembangunan Ulang Gedung Olahraga Berlanjut

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 29 Februari 2024 | 17:30 WIB
BERTAHAP: Gedung olahraga milik Pemdes Kalibelo yang tinggal pembuatan teras. Tahun ini pembangunannya akan diselesaikan.
BERTAHAP: Gedung olahraga milik Pemdes Kalibelo yang tinggal pembuatan teras. Tahun ini pembangunannya akan diselesaikan.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Gedung yang lama dinilai kurang luas. Alasan itu yang membuat Pemdes Kalibelo bertekad membangun kembali tempat berolahraga itu. Menggunakan anggaran dari dana desa dan dilakukan secara bertahap.

Sebenarnya, proses pembangungan gedung olahraga yang berada di area kantor desa tersebut sudah mulai pada 2021 lalu. Hanya, karena banyak alokasi anggaran yang dialihkan ketika berlangsung pandemi, pembangunan pun sempat terhenti. Pembangunan baru dilanjutkan pada 2023 lalu.

“Saat itu (2021) pembangunan gedung sudah mulai dengan membuat fondasi,” terang Kades Kalibelo Sugin.

Sugin bercerita, desa mereka sudah memiliki gedung olahraga sejak lama. Hanya, selaras dengan perkembangan zaman, luasnya dianggap tidak memadai. Karena pemdes merencanakan membangun gedung yang baru. Yang ukurannya 20 x 10 meter.

Sempat dimulai, proyek kemudian terhenti pada 2022. Penyebabnya, anggaran dialokasikan untuk kesehatan. Untungnya, setahun kemudian dilanjutkan lagi. Hingga akhir 2023 progresnya sudah mencapai 80 persen. Bahkan, sudah bisa dimanfaatkan karena tinggal membuat terasnya saja.

“Teras gedung ini lebarnya lima meter,” sebut Sugin.

Bagian terakhir itu akan dibuat tahun ini. Setelah anggarannya cair, yang diperkirakan setelah Lebaran. Yang bahannya menggunakan galvalum.

Gedung olahraga ini bisa digunakan untuk lapangan bulutangkis. Yang dilengkapi kursi wasit dan penerangan. Meskipun fungsi utama gedung olahraga namun juga bisa dimanfaatkan untuk pertemuan maupun rapat.

 

Kasun pun Tularkan Ilmu ke Warga

Warga Desa Kalibelo beruntung memiliki perangkat desa yang kreatif. Yang bisa menularkan ilmunya untuk pengembangan bidang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Perangkat itu adalah Kepala Dusun (Kasun) Kalibelo Effendi Ari. Lelaki ini punya keahlian membuat alat yang dinamakan las titik. Yang bisa digunakan untuk membuat cetakan kue. 

“Dulu untuk mengelas (cetakan kue) dengan cara disolder,” terang Effendi.

Metode seperti itu, menurutnya, punya tingkat kesulitan tinggi. Butuh waktu yang banyak untuk menyelesaikan pekerjaan. Padahal, banyak warga yang bergelut di bidang pembuatan cetakan kue.

Menggunakan cara disolder juga butuh biaya besar. Karena harus beli timah. Hal itulah yang membuat dia bereksperimen membuat alat yang dinamakan las titik pada 2004.

Untuk membuat alat tersebut, sang kasun harus melewati sepuluh kali percobaan Salah satu kendala yang ditemui dalam pembuatan alat tersebut adalah hasil las yang terlalu gosong. Setelah sempurna, satu unit dijual dengan harga Rp 4,5 juta.

Alat ini sangat bagus untuk menempelkan logam. Terutama stainless yang memiliki ketebalan sekitar 0,3 hingga 0,5 milimeter. “Hasilnya sangat bagus karena karena tidak ada bekas,” jelasnya.

Kelebihan lain alat ini adalah penggunakan daya listrik yang hemat. Namun dengan waktu pengerjaan jauh lebih cepat dibanding solder. Selain itu juga aman karena tidak mengeluarkan percikan api.

“Jadi aman walaupun yang menggunakan ibu-ibu rumah tangga ataupun yang awam tentang mesin,” ungkap Effendi.

Terkait penggunaan mesin las titik, Effendi mengatakan bahwa penggunaan arusnya lebih hemat. Karena listrik ini hanya berjalan ketika mesin diinjak untuk digunakan. Setiap titik pengelasan ini tidak sampai memakan satu detik.

Meski terlihat sederhana, alat las titik ini tidak hanya dipasarkan di wilayah Kediri saja. Alat tersebut sudah dipasarkan hingga Tulungagung, Sidoarjo, hingga Bandung. Dimana setiap home industri ini memerlukan hingga lima unit alat las titik.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pembangunan desa #desa millenial #gampengrejo kediri