Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Wanengpaten, Gampengrejo, Kabupaten Kediri: Topang Kualitas Pendidikan dengan Pemancingan di Halaman TK

Habibaham Anisa Muktiara • Rabu, 28 Februari 2024 | 18:10 WIB
RAPI: Pemdes Wanengpaten merencanakan pemavingan halaman TK Dharma Wanita agar semakin bagus.
RAPI: Pemdes Wanengpaten merencanakan pemavingan halaman TK Dharma Wanita agar semakin bagus.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Kepedulian Pemdes Wanengpaten pada dunia pendidikan ditunjukkan. Mereka melakukan pemavingan halaman taman kanak-kanak. Agar siswa dan guru tidak terganggu bila datang musim hujan.

Selama ini, halaman Taman Kanak-Kanak (TK) Dharma Wanita di Desa Wanengpaten, Kecamatan Gampengrejo, masih berupa tanah. Membuatnya selalu becek setiap kali musim hujan. Warga, yang mayoritas menyekolahkan anaknya di TK ini, meminta agar halaman tersebut dipaving. Permintaan yang langsung disambut oleh pemdes.

“Kami tindak lanjuti permintaan warga itu dengan mengagendakan pemavingan pada 2024 ini," kata Kepala Desa (Kades) Wanengpaten Nur Ihsan.

Halaman yang becek itu membuat anak-anak TK tak bebas bermain. Padahal, sebagian besar kurikulum pendidikan TK berisi tentang permainan. Karena itulah pemavingan dianggap langkah yang tepat untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar di tempat ini.

Selain itu, pemavingan juga membuat sekolah menjadi lebih indah dan rapi. Halaman tidak bergelombang melainkan menjadi rata. Hal ini juga meningkatkan faktor keamanan siswa yang  tengah bermain.

“Sebenarnya sudah dilakukan pemavingan pada tahun 2018, namun belum semuanya,” terang sang kades.

Luas halaman yang dipaving mencapai 118 meter persegi. Anggarannya berasal dari dana desa (DD).

Selain memaving halaman TK, pemdes juga akan melakukan pemavingan jalan yang berada di Dusun Combong. Jalan ini masih berupa jalan tanah, padahal menjadi akses penting warga di RT 15.

“Pemasangan paving ini meneruskan pemavingan pada 2023,” lanjut pria  54 tahun tersebut.

Tahun ini, panjang jalan yang akan dipaving mencapai 206. Pemavingan dipilih dengan beberapa alasan. Salah satunya akses yang sulit dicapai alat berat.

Masih ada lagi satu program fisik yang dikerjakan Pemdes Wanengpaten. Yaitu rabat jalan di Dusun Wanengpaten dengan panjang mencapai 250 meter. "Yang proyek ini anggarannya dari bantuan keuangan khusus," pungkas Ihsan.

 

Kurangi Plastik dengan Kerajinan Bambu

Di tangan Gunawan bambu bisa menjadi berbagai bentuk barang.  Mulai dari besek, rantang susun, tempat minuman, hampers, tempat tahu, hingga lampu hias. Karena warga Desa Wanengpaten ini memang seorang pengrajin bambu.

“Saya sudah menggeluti usaha ini sejak  2019,” terang pria 43 tahun ini.

Yang menjadi bengkel kerjanya adalah rumahnya. Di halaman, tumpukan barang dari bambu yang masih dalam proses pengerjaan terlihat. Baik itu yang dibuat dari bambu petung, ori, Jawa, apus, hingga bambu hitam.

“Pembuatan ini dibantu oleh ibu-ibu sekitar sini,” jelasnya.

Para wanita yang membantunya itu sudah mendapat pelatihan terlebih dulu. Ini untuk mengasah kemampuan mereka sehingga mampu membuat barang kerajinan yang menarik dan bermutu. Juga dalam aneka bentuk, seperti persegi, persegi panjang, atau bulat.

"Prosesnya mulai dari pengeratan, penganyaman, membentuk, dan terakhir finishing," terang pemilik Gun Pringgondani Art ini.

Khusus finishing, setelah dihaluskan permukaannya, biasanya diakhiri dengan pemernisan. Namun, hal itu juga bergantung pada permintaan konsumen.

Gunawan memang berusaha menjangkau semua selera konsumen. Karyanya dia bedakan anyaman halus dan kasar. Yang halus anyamannya rekat dan ukurannya kecil. Sedangkan yang kasar  besar serta berongga.

Untuk pemasaran, dia memanfaatkan reseller serta orderan dari restoran. Dia juga mengikuti beberapa event seperti shopping festival. Keikutsertaannya pada acara seperti itu membuat pesanan juga bertambah. Hal itu juga berdampak pada penghasilan ibu-ibu yang membantunya selama ini.

Yang perlu dicatat, Gunawan punya niatan tambahan dengan menerjuni kerajinan dari bambu. Yaitu agar bisa mengurangi penggunaan sampah plastik.

"Agar masyarakat  terbiasa menggunakan barang yang ramah alam," harap suami dari Mariani ini.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Pemdes #desa millenial #gampengrejo kediri