KEDIRI, JP Radar Kediri - Selama ini Desa Sambiresik, Kecamatan Gampengrejo terkenal sebagai desa penghasil buah semangka. Hampir semua petani menanam semangka. Dan, ketika bulan lima bisa panen secara bersamaan. Dengan kualitas yang bagus.
“Ukurannya besar dan rasanya manis,” jelas Pj Kades Sambiresik, Kecamatan Gampengrejo Rokani.
Di desa ini, total petani semangka mencapai 30 orang. Mereka tersebar di dua dusun, Sambiresik dan Genengan.
“Ketika memasuki musim kemarau, hampir 80 persen petani menanam buah semangka,” imbuhnya.
Meski ditanam satu kali dalam setahun, namun sekali panen bisa menghasilkan 21 ton per hektare-nya. Dengan rata-rata berat per buah mencapai 12 kilogram.
Meski sedang musim panen, harga semangka masih menguntungkan bagi petani. Hal tersebut membuat mereka lebih menyukai menjual buah segar tanpa mengembangkannya menjadi olahan dari buah semangka. Paling mahal, semangka ini dijual Rp 6 ribu per kilogramnya.
Untuk mendukung potensi tersebut, pemdes pernah memberi bantuan bibit. Selain itu juga bantuan alat pengolah tanah dan peralatan tanaman serta pupuk organik.
Normalisasi Irigasi untuk Ketahanan Pangan
Berbagai cara dilakukan pemerintah Desa Sambiresik, Kecamatan Gampengrejo agar petani di desanya tidak kesulitan mengairi sawah. Misalnya memperbaiki saluran air pada 2024 ini.
“Ini perbaikan saluran pembuangan ke Sungai Brantas,” jelas Pj Kades Rokani.
Saluran air yang diperbaiki itu berada di Dusun Sambiresik. Saluran air tersebut dibangun pada 2000. Namun mengalami kerusakan pada 2020. Kerusakan ini disebabkan posisi saluran kurang tinggi, membuat mudah terkikis air.
“Karena terkikis air secara terus menerus, akhirnya mengalami kerusakan,” imbuhnya.
Sementara itu, pada 2023 pemerintah desa melakukan normalisasi saluran air di Dusun Sambiresik. Kegiatan ini sudah menjadi kegiatan rutin. Bertujuan mengangkat endapan di saluran irigasi. Hanya saja kali ini membersihkannya menggunakan peralatan berat.
“Sebelumnya untuk pengerukan menggunakan peralatan manual, jadi hasilnya tidak maksimal,” kata Rokani.
Alat bantu berat berupa bego yang digunakan untuk mengeruk ini merupakan bantuan dari PUPR Kabupaten Kediri. Dengan alat berat itu, selain efisien waktu juga langsung membersihkan saluran air
Di tahun tersebut, selain membersihkan saluran air namun juga memperbaiki pintu pembuangan air. Jika tidak ada pintu air sungai masuk ke aliran sawah. Ini pintunya otomatis, sungai debit air tinggi pintu masuk. Jika debit air sungai rendah baru akan terbuka.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah