KEDIRI, JP Radar Kediri - Pemerintah Desa Turus, Kecamatan Gampengrejo ikut menyukseskan program pemerintah berupa Pekan Imunisasi Nasional (PIN). Ratusan anak yang disertakan. Selain diimunisasi, mereka juga mendapat vitamin.
Upaya pencegahan Polio dilakukan oleh Kementerian Kesehatan. Salah satunya dengan Pekan Imunisasi Nasional (PIN). Dan, Desa Turus di Kecamatan Gampengrejo adalah salah satu yang menggelar kegaitan itu. Tempatnya di Gedung Serbaguna dengan diikuti 200 anak kemarin.
“Ini merupakan kegiatan PIN putaran yang kedua,” jelas Kaur Umum dan Tata Usaha Desa Turus, Kecamatan Gampengrejo, Suyani.
Sasaran program ini adalah anak usia 0 hingga 5 tahun. Satu anak akan mendapatkan jatah sebanyak dua kali imunisasis. Putaran pertama PIN ini sudah berlangsung 17 Januari 2024 lalu.
Yang membedakan putaran pertama dan kedua adalah pemberian vitamin. Di putaran pertama hanya ada imunisasi saja. Sedangkan kemarin selain mendapatkan imunisasi namun juga vitamin.
“Balita atau anak yang mengikuti kegiatan ini maka terpenuhi akan pencegahan polio,” terangnya.
Ratusan anak tersebut merupakan gabungan dari tiga posyandu. Mulai dari Posyandu Melati, Posyandu Mawar, dan Posyandu Flamboyan. Selain itu juga dari TK Al-Hikmah, Paud PKK, TK Dharma Wanita, dan SDN Turus.
Di luar kegiatan imunisasi polio. Setiap bulan di Desa Turus, Kecamatan Gampengrejo berlangsung posyandu balita. Berisi penimbangan balita, imunisasi, dan pemberian makanan tambahan. Pemberian makanan tambahan ini menggunakan dana desa. Dengan menu yang telah disiapkan khusus oleh kader kesehatan.
Selain memeriksa anak, orang tua juga mendapatkan penyuluhan langsung dari pihak puskesmas. Salah satu tema yang diberikan adalah pola asuh anak. Kebanyakan orang tua usia muda yang sibuk bekerja dan anaknya dititipkan ke neneknya.
Bikin Irigasi agar Petani Tak Sulit Air Lagi
Upaya meningkatkan hasil pertanian harus diimbangi dengan pemenuhan sarana dan prasarananya. Karena itulah, Pemdes Turus, Kecamatan Gampeng menggagas pembuatan saluran irigasi di wilayahnya. Agar petani tak lagi kesulitan air yang berujung pada peningkatan produktivitas pertanian.
Proyek tersebut sudah berlangsung mulai 2023 lalu. Dan masih akan berlanjut tahun ini. Proyek ini memag berlangsung bertahap karena menggunakan anggaran dari dana desa (DD).
"Akan langsung digarap setelah dananya cair," terang Kades Turus Budi Purwo Utomo.
Saluran irigasi tersebut sebanyak dua. Yaitu di Dusun Clelek dan di Dusun Turus. Proyek tersebut berupa peningkatan kualitas secara fisik. Karena saat ini saluran irigasi sudah tersedia namun hanya dari tanah.
Dengan kondisi tersebut, setiap musim kemarau debit airnya jauh berkurang. Karena sebagian meresap ke tanah. Sehingga yang tersalurkan ke sawah-sawah sangat sedikit. Bila sudah selesai proyek saluran irigasi tersebut, diharapkan petani tak lagi kesulitan pengairan.
Untuk volume proyek, berbeda di tiap dusun. Saluran irigasi di Dusun Clelek hanya sepanjang 31 meter. Sebab, dari total panjang yang mencapai 161 meter, sebagian sudah dilakukan pada tahun anggaran 2023.
“Sedangkan untuk saluran irigasi di Dusun Turus panjangnya sekitar 150 meter,” kata Budi.
Selain dua proyek itu, Pemdes Turus juga akan melakukan rabat jalan di Dusun Turus. Panjangnya mencapai 280 meter. Dengan lebar sekitar tiga meter. Alasan kenapa dilakukan perabatan, karena kondisi jalan yang sekarang masih berupa tanah. Yang menyulitkan petani dalam soal transportasi pertanian.
Masih ujar Budi saat musim hujan, jalan yang berupa tanah tersebut becek dan sulit dilewati. Karena itu akhirnya dirabat.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah