Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Mlancu, Kandangan, Kabupaten Kediri: Desa Lerang Anjasmara Penghasil Durian nan Legit

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 22 Februari 2024 | 20:23 WIB

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri- Desa Mlancu dikenal sebagai penghasil durian lokal berkualitas. Rasanya yang manis serta dagingnya yang lembut adalah ciri khasnya. Lebih-lebih ketika berbuah saat kemarau panjang.

Desa di kaki Gunung Anjasmara ini kaya akan tanaman buah. Terutama durian, yang banyak terdapat di Dusun Slumbung. Menjadikan Desa Mlancu di Kecamatan Kandangan ini dikenal sebagai sentra buah durian lokal yang berkualitas.

Pada 2023 lalu, ketika kemarau panjang terjadi, produksi para petani durian desa ini melimpah. “Tahun ini panenan buah durian  sangat melimpah,” kata Kepala Dusun (Kasun) Slumbung Mulyono.

Memang, terang Mulyono,  saat musim kemarau buah durian bisa berbuah lebat. Disertai rasanya yang manis.

Pada 2023 musim panen berlangsung mulai September dan berakhir awal 2024 ini. Sayangnya, agenda bagi-bagi durian setiap kali masa panen tahun ini ditiadakan. Hal itu terkait dengan waktunya yang bertepatan dengan Pemilu.

Mulyono bercerita, produktivitas durian Mlancu bisa mencapai ribuan butir. Yang dihasilkan dari puluhan ribu pohon yang ditanam warga.

“Per hari kemarin sekali panen bisa mencapai 3 ribu  hingga 4 ribu buah matang suluhan,” ungkap Mulyono.

Dengan hasil panen yang melimpah ini menjadi berkah bagi warga desa. Pengunjung yang datang, baik dari wilayah Kediri maupun  luar kota, berdatangan seperti tak ada habisnya.

Meski saat ini banyak jenis durian seperti musang king hingga bawor, kelezatan durian lokal mlancu tetap diminati. Selain enak harganya juga terjangkau. Hanya Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu. Jika musim panen, semua rumah ini berjualan durian. Sehingga saat berkunjung tidak perlu kebingungan mencari penjual  durian. (ara/fud)

 

Toleransinya Tinggi, Warganya Rukun  

Mlancu tak hanya terkenal duriannya saja. Juga terkenal dengan desa yang menjunjung tinggi toleransi. Keharmonisan umat beragamanya terjalin dengan baik.

Bukti dari keharmonisan hidup beragama di desa ini adalah keberadaan tempat ibadah. Selain masjid juga ada tiga pura dan satu gereja.

"Peringatan Nyepi dan Puasa Ramadan yang bersamaan sudah yang ketiga kalinya. Semuanya berlangsung aman dan nyaman," terang Kasun Slumbung Mulyono.

Bila ada perayaan Nyepi, tanpa diberi aba-aba, pemuda yang beragama selain Hindu juga membantu membuat ogoh-ogoh. Seperti saat ini yang pelaksanaan Hari Raya Nyepi tinggal dua minggu lagi.

Pemeluk Hindu di desa ini relatif besar. Menjadi agama nomor dua dengan pemeluk mencapai 450 orang. Mereka memiliki tiga pura. Dua di antaranya di Dusun Kwaringan. Sedangkan satu lagi di Dusun Slumbung.

Toleransi warga juga  terasa saat pembangunan gereja. Pembangunan yang menggunakan bantuan tersebut juga dibantu oleh umat non-Kristiani. 

Warga Desa Mlancu mampu hidup berdampingan dengan baik. Bahkan, di Dusun Slumbung antara masjid dan gereja saling berhadap-hadapan.

Kebiasaan lain yang masih dilakukan hingga saat ini adalah melakukan kunjungan ketika ada hari besar. Namun karena nyepi tahun ini berlangsung saat puasa maka akan diganti malam hari.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 

 

 

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#penghasil #milenial #durian #desa