KEDIRI, JP Radar Kediri- Sumber Agung dengan tiga mata air utamanya memproduksi air yang melimpah. Dari tiga mata air itu, kemudian dialirkan menuju waduk besar yang ada di kawasan sumber. Di sana, pengelola memanfaatkan tempat saluran air sumber itu jadi wisata murah bagi masyarakat.
Kawasan mata air yang berada di Desa Sonorejo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri ini punya banyak fungsi. Utamanya memang untuk pengairan. Selain itu, juga dimanfaatkan menjadi objek wisata alam, budaya, sekaligus wisata religi. Di luar itu, kawasan mata air ini masih punya fungsi yang—agaknya—menarik bagi beberapa orang. Yakni, menjadi sarana hiburan murah bagi masyarakat yang punya hobi memancing.
Di waduk besar yang ada di tengah kawasan sumber, anak-anak hingga orang dewasa silih berganti mengayunkan joran. Siapa saja memang diperbolehkan memancing di area waduk. Hanya dengan membayar parkir seharga Rp 2 ribu untuk motor, mereka bisa memancing sepuasnya.
“Siapa saja boleh mancing di sana. Karena dulu memang pernah dimasukkan benih ikan, donasi dari dinas perikanan. Semua masyarakat boleh memanfaatkan,” ujar Jumali, salah satu pengelola kawasan wisata Sumber Agung.
Dulunya—lanjut Jumali—di waduk itu terdapat sumber air yang besar pula debit airnya. Mata air itu mengalir dari sela akar sebuah pohon trembesi raksasa. Namun, karena debit airnya yang terlalu besar, warga pun menutup mata air di tengah waduk. Hingga kini menyisakan daratan serupa pulau yang diberi beronjong di sekelilingnya.
“Kalau nggak ditutup, mungkin sawah yang ada di hilirnya itu sudah penuh air. Nggak bisa dipakai,” tandas pria yang akrab disapa Ali itu.
Sehingga, sumber air utama kini hanya berasal dari tiga sendang yang berada di ujung selatan kawasan Sumber Agung. Yakni, sumber yang dinamai Sendang Kantil, Sendang Kencono, dan Sendang Drajad.
Selain dimanfaatkan sebagai tempat pemancingan gratis, pemerintah desa saat ini juga terus membangun kawasan sekitar waduk. Beberapa di antaranya dengan memasang wahana sepeda angin yang melintang di atas waduk. Serta, pondok-pondok penginapan yang menghadap langsung ke arah waduk.
“Ini masih bertahap. Pengennya tahun ini sudah mulai bisa dimanfaatkan untuk penginapannya,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah