KEDIRI, JP Radar Kediri- Selain tiga sendang yang menjadi daya tarik wisatawan, di Sumber Agung Sonorejo juga terdapat petilasan. Mereka termasuk pasukan Pangeran Diponegoro yang dimakamkan di sana. Alhasil, kawasan ini erat dengan aspek sejarah yang juga jadi daya tarik tersendiri.//
Meski berada di tengah hamparan persawahan yang luas, mata air ini tetap terkenal bagi sebagian orang. Termasuk pelancong dari luar kota hingga luar pulau.
Di Sumber Agung Sonorejo, Kecamatan Gurah, terdapat sebuah petilasan yang sudah tidak asing di kalangan pegiat sejarah. Yakni, makam Sono Truno dan Khasan Rejo. Keduanya merupakan bagian dari pasukan Pangeran Diponegoro di masa lampau. Sekaligus, orang yang pertama kali membabat tanah di Desa Sonorejo.
“Termasuk kepala desa pertama di desa ini. Dulu beliau yang pertama kali membabat tanah sini, termasuk peninggalannya sendang ini,” kata Jumali, salah satu anggota pengelola kawasan wisata Sumber Agung Sonorejo.
Alhasil, sumber air yang berada di Desa Sonorejo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri ini masih kerap dijadikan tujuan wisata religi. Bahkan tak jarang, pengunjung dari luar pulau juga singgah di sana karena nilai sejarah yang kental.
“Istilahnya ziarah. Kalau untuk yang lain-lain nggak ada. Murni untuk saling mendoakan,” lanjutnya. Dia menyebut, beberapa peziarah bahkan ada yang jauh-jauh datang dari Pulau Kalimantan.
Aspek sejarah dan budaya memang sengaja tetap dilestarikan di sana. Termasuk dalam hal ini, peninggalan senjata para pejuang yang juga masih tersimpan di sana.
“Masih ada di sini. Kita letakkan di ruang tersendiri di kawasan sumber,” tandas pria yang akrab disapa Ali itu.
Selain itu, jejak-jejak peninggalan sejarah juga masih ada di sana. Salah satunya kolam di dekat sendang yang sudah dibangun sejak zaman pemerintahan Sono Truno—kepala desa pertama Desa Sonorejo. Dulunya, kolam berukuran lebih kurang 3 x 8 meter itu difungsikan untuk mengatur pengairan sawah setempat.
“Kolam ini yang membangun juga Mbah Sono Truno. Tidak kita bongkar sama sekali. Hanya bagian atasnya sedikit dirapikan. Sisanya masih sama seperti bentuk aslinya,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah