KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemerintah Desa Bendo sangat mendukung program pendidikan di wilayahnya. Tidak hanya pendidikan umum saja, juga pendidikan agama. Salah satunya dengan memberi insentif bagi pendidik agama.
Di Desa Bendo, Kecamatan Pare ini, keberagaman agama warganya sangat kaya. Ada yang memeluk Kristen, Islam, dan Hindu. Pihak pemdes pun semua. Memberi fasilitas dengan porsi seimbang.
“Kami support semuanya, kami rangkul semuanya,” tegas Kepala Desa Bendo Mohamad Ali Mukhson.
Salah satunya dengan menganggarkan dana yang disalurkan kepada guru-guru di lembaga pendidikan agama. Setiap bulan sebesar Rp 50 ribu.
“Kami lebih mengutamakan yang honorer-honorer. Agar mereka lebih semangat,” terangnya.
Hal ini dilakukan untuk memberikan apresiasi kepada pendidik yang sudah memberikan wawasan agama bagi warga Desa Bendo.
“Kami beri apresiasi, jadi kami beri mereka intensif,” terangnya.
Selain itu, Pemdes Bendo juga peduli terhadap pertanian. Dengan berupaya memperlancar mobilitas di sektor ini.
Pada akhir 2022 lalu, pemdes memperbaiki akses jalan. Melakukan pemavingan jalan yang dijadikan jalur transportasi petani. Panjangnya mencapai 150 meter.
“Biar mereka enak ketika ke sawah. Untuk bawa-bawa peralatan ataupun hasil panen biar bisa lebih mudah,” jelas Mukhson.
Tidak hanya itu, untuk memperlancar akses petani, desa juga membuka jalur di area pertanian. Dalam proses pembukaan jalur itu, pemdes juga memberdayakan masyarakat sekitar. Diajak untuk bekerja, sekaligus diberikan upah atas kerjanya itu. Warga juga mendukung penuh.
“Karena warga dusun situ kurang kulinya, jadi mengajak warga dusun lain juga,” terang Mukhson.
Rencananya, jalur yang baru dibuka itu nantinya juga akan dipasangi paving. Agar lebih nyaman ketika dilewati petani.
“Jadi tidak bergeronjal dan bergelombang,” jelasnya.
Kades Mohamad Ali Mukhson Toleransi untuk Suasana Damai
Sejak awal menjadi Kepala Desa Bendo pada 2008, Mohamad Ali Mukhson berusaha membuat warga desanya damai. Karena masyarakat Desa Bendo yang terdiri dari beragam agama. Karena itu agar bisa tetap rukun dan damai, Mukhson menekankan untuk saling menghargai.
Laki-laki kelahiran 1975 ini selalu menekankan toleransi. Hasilnya, hingga sekarang tidak pernah ada konflik antara warga yang berbeda agama.
“Karena toleransi itu penting agar bisa makmur dan sejahtera,” terang laki-laki lulusan Ponpes Tebu Ireng itu.
Mukhson juga rutin mendorong warganya untuk mensyiarkan agama. Utamanya mengenai pentingnya hidup saling menghargai pada sesama. Dalam usahanya agar warga Desa Bendo selalu damai.
Selama masa jabatannya Mukhson juga sudah memberikan kebijakan-kebijakan yang menggambarkan saling menghargai antar umat beragama.
Contohnya seperti memberikan apresiasi terhadap guru-guru di lembaga pendidikan agama.
“Tidak hanya satu agama saja yang kami perhatikan, namun semua agama,” terang laki-laki umur 49 tahun itu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah