KEDIRI, JP Radar Kediri- Bagi Desa Adan-Adan, yang mayoritas warganya petani, memperbaiki akses ke persawahan adalah sangat penting. Karena bisa menunjang peningkatan penghasilan masyarakat.
Di 2024 ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Adan-Adan menggunakan sebagian anggaran dana desa (DD) untuk pemeliharaan jalan. Terutama yang menjadi akses menuju lahan persawahan. Karena akses tersebut sangat penting bagi warga yang mayoritas adalah petani.
“Lokasinya berada di Dusun Adan-Adan,” jelas Kasi Kesejahteraan Ma'mun Fuadi.
Ma’mun menjelaskan, perbaikan berupa pengaspalan baru. Melapisi aspal lama yang sudah mengelupas di sana-sini. Wajar, karena pengaspalan terakhir terjadi pada 2016 lalu. Atau sudah tujuh tahun lamanya.
“Sebagian juga mulai berlubang,” imbuhnya.
Memang, menurut pria 39 tahun ini, kerusakan belum terlalu parah. Namun, sudah membuat tidak nyaman penggunanya. Banyaknya kerikil berserakan rentan menggelincirkan roda. Bila musim hujan, lubang tergenang air yang berbahaya bagi pengendara.
Terkait proyek perbaikan itu, panjangnya 350 meter. Yang akan dikerjakan setelah anggarannya cair.
Selain itu, pemdes juga berencana membangun jalan baru, yang juga menuju area persawahan. Lokasinya di Dusun Genuk. Dengan panjang 750 meter.
“Saat ini masih berupa (jalan) tanah,” kata Ma’mum.
Karena masih berupa tanah, saat musim hujan menjadi becek. Padahal, selain menuju persawahan, jalan ini juga akses ke permukiman warga.
Sementara itu, pada 2023 lalu pemdes juga melakukan pengerjaan tembok penahan tanah (TPT). Lokasinya bdi Dusun Adan-adan dengan panjang 200 meter. Tujuannya agar air dari saluran irigasi tidak meresap ke jalan yang bisa membuatny ambles.
Selain itu, juga melakukan pemeliharaan jalan dari kampung ke persawahan. Lokasinya juga di Dusun Adan-Adan dengan panjang fisik mencapai 800 meter. Saat ini jalan tersebut sudah bisa dimanfaatkan warga.
Kaya Peninggalan Bersejarah
Desa Adan-Adan kaya akan peninggalan bersejarah. Terutama dari masa kerajaan Hindu-Budha. Mulai gentong air, lapik arca, lapik stupa, hingga makara. Semua benda bernilai sejarah tinggi itu dikumpulkan di satu tempat di lahan milik Syamsudin.
"Biasanya yang datang ke sini para penelitis sejarah," ucap Syamsudin.
Tempat penyimpanan situs tersebut diberi pagar keliling dari kawat. Akses keluar-masuk dari pintu yang lebih sering digembok bila tak ada pengunjung.
“Biasanya dibuka Sabtu dan Minggu,” terangnya.
Desa ini dikenal dengan nama situs seperti nama desa, Adan-Adan. Situs ini diperkirakan peninggalan abad XVII. Berdasarkan catatan penguasa Hindia Belanda saat itu, Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles dalam buku History of Jawa.
Eksplorasi Situs Adan-Adan dilakukan beberapa kali oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Yaitu pada 2016, 2017, 2018, 2019, 2021, dan 2022.
Berdasarkan temuan arca Bodhisattva dan arca Budha, situs ini diperkirakan merupakan candi budaya. Satu aliran dengan Candi Borobudur, yaitu aliran Budha Mahayana. Sedangkan benda purbakala yang ditemukan terakhir kali adalah arca dwarapala dan makara.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah