Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mau Cari yang Pedas-pedas di Kediri? Pedesan Daging Sapi Ini Cocok Buat Kamu

Habibaham Anisa Muktiara • Senin, 19 Februari 2024 | 17:35 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - “Awalnya karena (keluarga) kami suka makanan pedas. Akhirnya munculah ide membuka warung dengan menu pedesan sapi,” terang Dicky Putra Octaviyanto. Dia adalah pemilik rumah makan bernama Widari Food di Desa Tirukidul, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Yang sajian utamanya adalah pedesan daging sapi, sate daging sapi, serta es dawet durian.

Karena menggemari makanan pedesan, tiap menggelar acara keluarga Dicky selalu menghidangkannya ke para tamu. Baik itu saat tahlilan atau hidangan Lebaran. Sebagai kokinya adalah sang ibu, Widari.

Nah, karena banyak yang suka, pada awal 2022 mereka mulai membuka usaha kuliner dengan menu pedesan. Tapi, tidak langsung ramai seperti sekarang. Bahkan, saking sepinya, keluarga ini sempat patah arang dan tidak meneruskan.

“Setelah satu bulan ternyata pembeli mulai berdatangan. Hingga ramai seperti sekarang,” ucapnya.

Apa kiat hingga warungnya disambangi banyak pembeli? Ternyata, selain rasanya yang nikmat, promosi dari mulut ke mulut, kemudian berlanjut di media sosial adalah sebabnya.

“Pedesan sapi ini menjadi menu yang unik karena jarang ditemui. Menjadi ciri khas makanan di Tirukidul,” ungkap Dicky.

Menurut lelaki ini, cita rasa selalu menjadi hal utama bagi mereka. Misalnya, agar terasa selalu segar mereka hanya memasak untuk kebutuhan sehari itu. Tidak pernah menginapkan untuk esok harinya. Kemudian, rasa pedas terjaga dengan menggunakan cabai sebanyak lima kilogram dalam satu hari.

Menu pedesan ini dibuat dalam dua  pilihan. Nasi pedesan daging sapi dan ekstra pedesan daging sapi. Bedanya, yang awal cabainya utuh sehingga rasanya tidak terlalu pedas. Sedangkan yang ekstra cabai sudah dilarutkan bersama bumbu.

Istimewanya, rasa pedasnya tidak sampai membakar lidah. Karena menggunakan bahan-bahan segar.

Menu yang lain adalah Sate Mbagong. Sate dari daging sapi bagian lulur yang disajikan dengan bumbu kecap dan potongan cabai serta tomat. Namanya terinspirasi tokoh pewayangan bernama Bagong yang gemuk bulat. Karena sate dari daging lulur sapi ini bentuknya juga besar-besar seperti Bagong.

Manis dan Segarnya Es Dawet Durian

Setelah menikmati hidangan pedesan daging sapi dan Sate Mbagong, tidak lengkap jika tidak mencoba Es Dawet Durian. Seperti namanya es dawet ini mendapat tambahan buah durian.

“Es dawet ini menggunakan gula Jawa asli,” jelas Dicky Putra Octaviyanto.

Selain menggunakan gula jawa asli, cendol yang ada di Es Dawet Durian ini juga buatan sendiri. Terdiri bahan-bahan pilihan yang higienis.

Seperti halnya menu makannya, Dicky menyebut cendol dibuat hanya untuk kebutuhan satu hari. Karena esok harinya mereka kembali membikin yang baru. Hal itu agar cita rasanya tetap terjaga.

Satu mangkuk Es Dawet Durian berisi cendol warna hijau dan lima butir durian yang berada dalam kuah dari santan segar. Penambahan gula Jawa sebagai pemanis membuat warna  minuman ini menjadi cokelat muda.

Setiap suapan akan terasa perpaduan gurihnya santan dan legitnya gula Jawa. Selain itu tekstur cendol buatan sendiri terasa kenyal. Ditambah dengan buah durian, membuat es dawet ini semakin mantap.  Jika tidak suka dengan buah durian tenang saja. Sebab ada varian dawet original.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#daging sapi #kuliner #Pedesan