KEDIRI, JP Radar Kediri - Mata air yang berada di Desa Pagu, Kecamatan Wates ini terbilang mudah diakses. Lokasinya ada di tepi jalan yang menghubungkan antardesa. Tepat di sudut simpang tiga antara Jalan Raya Pagu dan sebuah gang menuju tempat pemakaman umum (TPU) setempat. Di sana, mengalir deras sebuah mata air. Oleh warga dijuluki dengan Sumber Kerkep.
Meski tak begitu luas, tapi mata air ini punya ciri khas yang mencolok. Yakni, dua pohon beringin berukuran besar yang sudah berusia puluhan hingga ratusan tahun. “Sumber kalau ada pohon beringinnya itu awet. Di sini termasuk besar sumbernya,” ujar Tauhid, pria asal Lingkungan Kleco, Kelurahan Jamsaren, Kota Kediri yang kemarin berteduh di sana.
Karena adanya pohon besar dengan daun dan ranting yang menjulang itulah sumber ini cocok jadi tempat berteduh. Di tengah teriknya siang hari kemarin, di kawasan mata air ini tetap terasa teduh dan dingin.
“Biasanya saya setiap pulang cari pakan ternak memang mampir di sini. Buat istirahat kan enak, adem,” lanjutnya.
Adapun yang menjadi ciri khas mata air ini adalah dua pohon beringin berukuran besar. Dua pohon itu seakan-akan melindungi mata air dari sisi utara dan selatan. Tepat di utaranya merupakan TPU. Sedangkan sisi selatannya berbatasan dengan jalan aspal yang berada di atasnya. Barangkali itu juga yang jadi asal muasal warga setempat juga menjuluki mata air ini dengan sebutan Sumber Ringin Kembar.
Mata air ini memang terletak lebih rendah dari permukaan di sekelilingnya. Untuk menuju ke sana, pengunjung harus dengan menuruni anak tangga yang terbuat dari semen.
Selain itu, Sumber Kerkep juga bersebelahan dengan sebuah aliran sungai. Selain untuk memenuhi fungsi utamanya sebagai irigasi, warga setempat juga masih kerap kali turun ke sumber. Salah satunya untuk mencuci pakaian.
“Biasanya yang sering untuk umbah-umbah (mencuci pakaian, Red),” tandas pria 70 tahun itu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah