Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Kalirong, Tarokan, Kabupaten Kediri: Bikin Sumur Submersible demi Penuhi Kebutuhan Petani

Habibaham Anisa Muktiara • Jumat, 9 Februari 2024 | 21:02 WIB
SUMBER AIR : Pembangunan sumur submersible di area persawahan sangat membantu petani di Desa Kalirong, Kecamatan Tarokan.
SUMBER AIR : Pembangunan sumur submersible di area persawahan sangat membantu petani di Desa Kalirong, Kecamatan Tarokan.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Pembuatan sumur submersible sudah berlangsung sejak 2022. Dengan memanfaatkan anggaran ketahanan pangan bidang infrastruktur. Sebanyak dua unit di dua lokasi di Dusun Becek. Lengkap dengan tiang listrik dan pipa paralon.

“Menggunakan tiang listrik tambahan karena pompa submersible berada di tengah sawah,” terang Kades Imam Jami’in.

Pembuatan sumur submersible berlanjut pada 2023. Berjumlah empat titik di empat dusun, yaitu Dusun Kalirongselatan, Kalirongutara, Josaren, dan Becek.

“Kemudian 2024 ini akan dibangun di empat titik. Sekaligus jadi bagian terakhir pembuatan sumur submersible,” terang Jami’in. 

Empat lokasi terakhir itu juga berada di empat dusun. Juga, menggunakan anggaran dari dana desa (DD).

Kades Jami’in mengatakan, bila program ini telah selesai nanti, maka petani di desanya tak lagi menggunakan pompa air yang berbahan solar alias disel. Sebab, penggunaan pompa air disel ternyata tak efisien. Sehingga berat di ongkos. Apalagi bila penggunaannya dalam waktu yang panjang.

Perbandingannya, bila menggunakan pompa submersible, biaya bisa ditekan 50 persen. Demikian pula waktunya. Bahkan, bila dengan pompa disel butuh watku dua hari untuk ngelep sawah, maka dengan submersible hanya perlu enam jam.

Sebenarnya, sebelum Pemdes Kalirong menggalakkan program ini, secara pribadi Jami’in sudah melakukannya. Yaitu pada 2021 silam. Pria berusia 55 tahun ini membangun submersible di lahan bengkok miliknya.

“Melihat saya menggunakan submersible, petani di desa ini mulai tertarik,” terangnya.

Gudangnya UMKM Makanan dan Minuman

Namanya emplek lamuk. Terbuat dari saripati ketela pohon. Dicampur dengan rempah-rempah, menjadikannya sensasi gurih dan pedas.

“Bisa dibuat keripik, bisa pula yang basah,” terang Niamu Rohman, warga Dusun Kalirongutara, salah satu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) emplek lamuk.

Menurut lelaki yang memulai usaha makanan sejak 2017 ini, dalam sekali buat dia bisa menghabiskan 15 kilogram bahan mentah. Yang bila dijadikan keripik menjadi 25 kilogram.

Berbagai bahan mentah itu dicampur dan dijadikan adonan. Kemudian dirisi-iris tipis menjadi keripik.

Sayang, kapasitas produksinya tak besar. Sehingga produknya tak bisa dikirim ke pusat oleh-oleh. Hanya dipasarkan secara langsung, datang ke rumah, atau melalui telepon.

Selain emplek lamuk, ada juga UMKM susu sari kedelai. Seperti yang ditekuni Binti Jama’ah ini.

“Dulu cuma saya yang memproduksi, sekarang ada tujuh orang,” terang wanita yang menekuni pembuatan susu sari kedelai sejak 2017 ini.

Dulu, awalnya, dia bisa memproduksi hingga seribu bungkus. Tapi, sekarang dia kurangi jumlahnya. Alasannya, harga bahan baku mengalami peningkatan tajam. Selain itu, mulai banyak yang menerjuni pembuatan susu sari kedelai ini

Susu kedelai buatan perempuan berusia 52 tahun ini selalu kondisi segar. Setiap hari proses pembuatan dia mulai pukul 00.00 WIB.

Proses pertama adalah perendaman, dan dilanjutkan perebusan. Setelah kedelai matang, sebelum dihaluskan terlebih dahulu menghilangkan kulitnya. Tujuan dihilangkan ini agar hasil airnya nanti putih.

“Proses penyaringan ini dilakukan dua kali,” ungkap Binti. 

Karena tidak menggunakan bahan pengawet, susu kedelai buatan Binti tidak bisa bertahan lama. Jika di suhu ruang sejak proses pemasakan hanya dapat bertahan setengah hari.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kabupaten kediri #petani #desa #Profil Desa