Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Chamelia, Atlet Tenis Meja Berpotensi dari Kabupaten Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 9 Februari 2024 | 20:23 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Di kelas itu sedang berlangsung pelajaran bahasa Inggris. Di tengah gurunya memberi penjelasan, Chamelia tiba-tiba berdiri. Niatnya hendak mengajukan pertanyaan. Namun, belum sempat mulutnya mengucap, pintu kelas 4 di SD Negeri Ngancar 1 itu terbuka. Disusul masuknya guru olahraga ke dalam kelas.

Tanpa babibu lagi, sang guru olahraga itu langsung menunjuk gadis dengan panggilan Lia ini. Memilihnya berlatih tenis meja. Dan dipersiapkan untuk mewakili sekolahnya di ajang pekan olaharaga dan seni (porseni).

“Saat itu saya berdiri niatnya kan hendak bertanya ke guru bahasa Inggris,” kenangnya, menceritakan lagi kejadian beberapa tahun silam itu.

Itulah saat pertama kali Lia mengenal tenis meja. Karena ‘dipaksa’ oleh guru olahraga. Namun, pilihan sang guru itu ternyata tidak salah. Karena Lia menunjukkan perkembangan yang pesat. Hanya berlatih tiga hari dia sudah menguasai olahraga permainan  yang juga biasa disebut pingpong itu. Padahal, dia belum pernah mencoba sebelumnya.

Kemampuan Lia tersebut membuat pihak sekolah tak berpikir ulang mengirimnya ke porseni. Hasilnya? Gadis ini mampu merebut peringkat ketiga. Satu hasil yang sangat tidak mengecewakan, bila melihat lamanya waktu yang dia dapat untuk persiapan.

“Yang jelas senang dan bangga. Baru pertama ikut langsung dapat juara,” ucapnya bangga.

Setelah itu Lia mulai tertarik dengan tenis meja. Menjadi tertantang untuk mengasah kemampuan lebih baik lagi. Dia pun berlatih dan berlatih, berusaha menguji batas kemampuannya.

Hasilnya? Seretetan gelar dia koleksi. Sebut saja peringkat ketiga kategori kadet putri kejuaraan tenis meja se Jatim Piala Wali Kota Blitar pada 2017, juara ganda putri POR Jatim 2017, juara tunggal  putri kejuaraan tenis meja Jatim Home Stay Cup I pada 2018, peringkat tiga tunggal putri junior kejuaraan tenis meja nasional Sukun-Binora XXIII, peringkat ketiga tunggal putri kejuaraan tenis meja Jatim U-15 Piala KONI Surabaya, dan banyak lagi.

“Itu yang aku ingat saja ya,” ucapnya sembari tertawa.

Prestasi itu membuatnya dilirik banyak lembaga pendidikan. Termasuk MTsN 2 Nganjuk yang memberinya golden ticket masuk ke sekolah favorit tersebut.

“Tidak bayar sama sekali,” ucap petenis meja asal Sirangnggolo, Kecamatan Ngancar ini.

Tak hanya itu, Lia didukung penuh menerjuni tenis meja. Dibebaskan agar tidak mengikuti pelajaran bila bertabrakan dengan agenda tenis mejanya.

"Seperti dapat privilege gitu karena memang didukung penuh (pihak sekolah)," akunya.

Namun, ternyata, tak semua senang dengan prestasinya. Ada pula yang sirik. Terutama dari teman sekolahnya yang iri karena dia jarang masuk tapi mendapat nilai bagus. Hampir sama dengan mereka yang rajin mengikuti pelajaran.

Memang, aktivitasnya di tenis meja membuat Lia sering ‘bolos’. Bahkan, sering dalam sebulan hanya masuk sekali. Bila dihitung, maksimal dia masuk 20 kali dalam satu semester.

Karena jarang masuk, wajar bila Lia tak punya banyak teman. Dia jarang pula berinteraksi. Karena itu, banyak teman satu kelasnya yang jadi tak suka. Ketika giliran masuk, dia justsru sering kena bullying, jadi bahan ejekan.

Perundungan itu sempat membuat mentalnya jatuh. Meskipun tak menjadikannya menyerah mengejar prestasi, dia sedikit terpengaruh juga dengan omongan teman-temannya itu. Untungnya, kedua orang tuanya mendukung penuh. Membuatnya kembali bersemangat. Perundungan itu dia jadikan penyulut motivasi untuk berprestasi.

Dia juga tak menghiraukan cemoohan orang lain itu. "Karena kita tidak bisa mengubah persepsi orang tentang kita. Yang kita bisa hanya menahan agar kita tidak melakukan hal yang sama," ucap anak dari Yuliana ini bijak.

Hasilnya, berbagai prestasi pun mampu dia raih. Pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VI 2019 misalnya, dia merengkuh beberapa gelar. Yaitu medali emas di nomor beregu  dan perak di nomor ganda putri.

Kemudian, dia juga juara tunggal kelompok Junior di kejuaraan Tenis Meja Terbuka Non-PON Bupati Ngawi Cup 2019, juara tunggal putri KU-14 Dispora Tunas Petra Cup 2019, serta peringkat tiga KU-18 Kejurprov Tenis Meja 2021.

Hebatnya, Lia juga tak cuma mahir tenis meja. Dia juga bagus di cabang olahraga lain. Itu dibuktikan dengan beberapa medali yang dia peroleh. Seperti peringkat tiga kejuaraan futsal Jatim dan juara atletik nomor tolak peluru se-Nganjuk.

"Jangan pernah membatasi diri untuk hal baru dan mencapai sesuatu, Karna kita nggak akan pernah tahu seberapa jauh kita bisa melangkah," ucap alumnus SMAN 1 Wates ini memberi saran.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kabupaten kediri #sosok inspiratif #atlet tenis meja