KEDIRI, JP Radar Kediri — Mulai Gropyokan hingga Unit Usaha Pupuk Banyak upaya yang dilakukan Pemdes Blimbing untuk menggenjot hasil pertanian. Mulai dari upaya penanggulangan hama tikus hingga membuat unit usaha penjualan pupuk di badan usaha milik desa (bumdes).
Untuk pemberantasan hama tikus dilakukan denga gropyokan. Sebab, permasalahan tikus sangat laten. Nyaris terjadi sepanjang waktu. "Petani di sini sering gagal panen karena serangan tikus," aku Kades Blimbing Suwanto.
Dia mencontohkan pada 2022. Hampir semua petani Desa Blimbing gagal panen. Tak hanya padi, juga yang menanam jagung. Begitu parahnya serangan tikus, Suwanto menyebut, lahan seluas setengah bahu-setara dengan 7500 meter persegi atau 0,75 hektare-hanya panen empat karung. Padahal, normalnya, bisa mencapai 1,5 ton.
Akhirnya, mulai tahun lalu pemdes menggalakkan gropyokan. Bekerja sama dengan kelompok-kelompok tani yang ada serta dinas pertanian. Tikus dibasmi dengan pemberian racun hingga penyemprotan gas ke liang-liang yang jadi sarangnya. Yang masih hidup ditangkap dan dibunuh. "Setelah itu jumlah tikus banyak berkurang," terangnya.
Selain memberantas hama tikus, pemdes juga mengupayakan kemudahan mendapatkan pupuk bagi petani. Dan itu dijadikan satu unit usaha pada Bumdes Kalimosodo, badan usaha milik desa mereka.
Di unit usaha ini, bumdes menyediakan pupuk non-subsidi dan obat-obatan pertanian. Saat ini mereka mencari pihak yang bisa diajak bekerja sama.
Wadahi Segala Aktivitas Warga, Bangun Gedung Serbaguna
Desa Blimbing punya gedung olahraga, yang juga bisa digunakan segala kegiatan. Namun, usia bangunannya sudah tua. Pemdes pun membongkar dan membangun ulang.
Gedung serbaguna yang lama itu sudah usang di sana-sini. Penampilannya pun sudah ketinggalan zaman. Hal itulah yang membulatkan tekad Pemdes Blimbing membangun kembali gedung tersebut.
Dana yang digunakan untuk proyek fisik ini adalah anggaran dari dana desa (DD). Yang dikucurkan sejak tahun anggaran 2023. Kini, progressnya sudah mencapai 30 persen.
"Pembangunan tahap awal berupa kerangka dan atap," terang Kepala Desa (Kades) Blimbing Suwanto.
Karena kondisinya yang benar-benar usang, bangunan lama itu dirobohkan total. Di tempat yang sama kemudian dibangun gedung baru. Dengan konstruksi lebih kuat dan desain kekinian.
Gedung baru tersebut didesain bisa menampung ratusan orang. Karena itu dibuat dengan ukuran 11 x 24 meter. Agar tampak gagah tingginya mencapai tujuh meter.
Seperti proyek lain yang menggunakan anggaran DD, prosesnya bertahap. Pada 2024 ini fokus pada pembuatan dinding gedung. Kemudian tahun berikutnya, 2025, barulah masuk tahap finishing.
Gedung baru tersebut dirancang untuk banyak kegiatan warga. Baik itu olahraga, pertemuan, ataupun acara pernikahan.
Bahkan, pemdes memberi tekanan lebih kuat untuk tempat resepsi pernikahan atau hajatan yang lain. Warga diharapkan bisa memaksimalkan gedung ini untuk acara-acara seperti itu. Agar tidak perlu lagi menutup badan jalan demi menggelar hajatan.
"Ini akan menjadi salah satu unit usaha bumdes," terang kades berusia 61 tahun ini.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah