KEDIRI, JP Radar Kediri - Mata air ini lokasinya ada di Desa Deyeng. Sebuah desa di salah satu kecamatan terluar Kabupaten Kediri. Lokasinya tak jauh dari permukiman warga. Tak perlu bersusah payah juga untuk mencapai mata air ini.
Hanya saja, mata air yang dinamakan Sumber Sumbul oleh warga setempat ini kondisinya sekarang memperihatinkan. Tak ada air yang keluar dari sumbernya. Dua kolam mata air yang ada di sana nampak hanya dipenuhi dengan tenaman liar.
“Kalau nggak salah sejak Oktober lalu mulai kering. Karena kemarau panjang,” ujar Mahmudi, warga setempat. Namun begitu, menurutnya baru kali ini sumber itu benar-benar mengering. Sebelumnya, sumber ini tetap mengalirkan air. Walau kemarau sekalipun.
Padahal, mata air ini punya fungsi yang vital bagi masyarakat setempat. Saluran airnya langsung mengalir ke arah kawasan pertanian. Para petani di sana selama ini selalu menggunakan air sumber untuk mengairi sawah mereka. “Sekarang ya jadinya harus keluar biaya lagi karena semua disel,” tuturnya.
Agaknya, air sumber yang mengering tak hanya dipengaruhi oleh cuaca. Melainkan juga pola pembangunan di sana. Di sekeliling mata air dibangun dengan plengsengan yang rapat. Bangunan pengaman berbentuk plengsengan seperti itu dikenal tak begitu baik untuk kelestarian mata air.
“Dulu itu airnya banyak. Sampai meluap di sawah-sawah jadi seperti rawa-rawa. Akhirnya nggak bisa ditanami. Sekarang malah habis airnya,” tandasnya.
Beruntung, kawasan seluas lebih kurang 100 meter persegi itu masih memiliki pohon-pohon besar. Mulai dari Kepuh, Beringin, hingga Bambu masih tersebar di sana. Memberi kesan rindang di kawasan mata air itu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah