KEDIRI, JP Radar Kediri - Seiring berjalannya waktu, jumlah peserta Taman Posyandu Mawar di Desa Pojok, Kecamatan Wates kian bertambah. Praktis, tempat yang selama ini berada di gedung olahraga menjadi kurang memadai lagi. Harus segera dibuatkan gedung baru untuk menampung para balita itu dalam belajar dan bermain.
Akhirnya, menggunakan anggaran dari dana desa Pemdes Pojok pun merealisasikan. Berlangsung mulai 2023, kini gedung baru itu dalam tahap penyelesaian.
“Lokasinya masih di area kantor Desa Pojok,” terang Sekretaris Desa (Sekdes) Adji Sadewo.
Adji membenarkan bila kapasitas tempat yang lama sudah tak mencukupi. Kini, jumlah siswa di Tapos Mawar mencapai 70 orang. Semuanya anak-anak dari warga desa yang berusia dua hingga empat tahun.
“Karena itulah diputuskan membangun gedung sendiri, berukuran tujuh kali lima meter,” jelasnya.
Dengan gedung baru tersebut, diharapkan bisa menampung siswa lebih banyak lagi. Selain itu, juga dipisah ruangan belajar dengan ruang guru. Sehingga lebih rapi dan tertata.
“Mungkin pertengahan tahun ini gedung baru sudah selesai,” sambungnya.
Saat ini progresnya adalah finishing. Para pekerja tinggal memasang jendela dan pintu di ruang kelas. Kemudian dilanjutkan dengan pengecatan. Sedangkan yang ruang guru, tahapnya adalah pemasangan atap, jendela, pintu, dan pengecatan.
Keripik Bayamnya hingga ke Luar Negeri
Para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Desa Pojok, Kecamatan Wates tergolong pandai berkreasi. Mereka membuat produk yang menarik sekaligus nikmat. Seperti pembuatan keripik usus ayam dan bayam buatan Siti Fatimah.
“Bu Siti ini sudah membuat keripik mulai 2017,” terang Ketua Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Suparmi.
Dari penjelasan Suparmi bisa diketahui, sebelumnya Siti hanya membudidayakan jamur tiram. Jamur tersebut dijual dalam kondisi segar. Namun perempuan 53 tahun ini kemudian membanting setir dengan memproduksi keripik jamur.
“Nama brand-nya adalah Putra Jamur,” terangnya.
Usaha yang ditekuni Siti sudah memiliki perizinan lengkap. Mulai sertifikat pangan industri rumah tangga (PIRT), surat izin usaha perdagangan (SIUP) hingga logo halal. Membuat produk ini sudah dipasarkan di swalayan.
Selain keripik jamur tiram, Siti juga membuat dari bahan lain. Seperti bayam dan pare. Juga yang berbahan usus ayam.
Produksi kripik sayuran ini berlangsung setiap hari. Dengan skala besar dan peralatan yang standar. Mulai dari alat potong, penggorengan, hingga penirisan minyak. “Karyawannya tetangga dan keluarga,” imbuh Suparmi.
Agar menarik, kemasan produk Siti dibuat bermacam-macam. Mulai wadah plastik hingga toples. Harganya juga beragam. Paling murah Rp 2 ribu dan termahal Rp 70 ribu. Untuk rasa tergantung permintaan pembeli. Namun rata-rata banyak yang memesan rasa original.
Produk keripik milik Siti juga higienis. Tidak menggunakan bahan pengawet. Sehingga aman dikonsumsi anak-anak hingga orang dewasa.
“Permintaan meningkat saat Lebaran. Penjualan juga sampai luar kota, bahkan hingga luar negeri,” ungkap perempuan yang juga sekertaris Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Pojok ini.
Fisiknya, Jalan hingga Drainase
Selama 2023 Pemdes Pojok juga mengadakan proyek fisik lain. Mulai dari jalan hingga saluran irigasi. Yang pembangunan jalan, berupa pavingisasi di lima titik.
Sekdes Adji Sadewo menjelaskan pavingisasi tersebar di Dusun Kerkep, Dusun Selodono, dan Dusun Bangunmulyo. Pembangunan bertahap, Mulai Maret hingga Oktober.
“Kenapa pavingisasi? Karena sebelumnya memang hanya berupa tanah,” urainya.
Dulu, setiap kali kemarau jalan selalu berdebu. Sementara bila musim hujan jadi berlumpur. Karena sudah banyak rumah penduduk, akhirnya dilakukan pavingisasi.
Proyek selanjutnya adalah membuat saluran irigasi. Lokasinya di area persawahan Dusun Kerep. Saluran air itu memiliki panjang 80 meter.
Saluran itu bukan sepenuhnya baru. Sebelumnya sudah ada namun berupa tanah. Kali ini, agar kuat maka dijadikan permanen dengan dicor. Agar tidak mudah tergerus air yang bisa membuat ambrol dinding saluran.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah