Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kemarau Panjang, Debit Air Sumber Toto di Gurah Kabupaten Kediri Mengering

Ayu Ismawati • Kamis, 4 Januari 2024 | 17:43 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Mata air yang terletak di Desa Kerkep, Kecamatan Gurah ini memperihatinkan. Airnya mengering dampak kemarau panjang yang melanda sejak pertengahan 2023 lalu.

Di kolam seluas lebih kurang 70 x 20 meter itu, hanya nampak tumpukan daun-daun kering. Kemarau panjang menyebabkan banyak daun berguguran. Pun dengan air yang ikut absen dari sumber yang dinamai Sumber Toto itu.

Ada beberapa sebutan untuk mata air ini. Beberapa orang menyebutnya dengan Sumber Toto. Tapi tidak sedikit pula yang menamai sumber ini dengan Sumber Mejoyo.

“Kalau orang sini kebanyakan menyebutnya Sumber Toto. Orang dari luar yang justru menyebutnya Sumber Mejoyo,” ujar Dwi, warga setempat.

Terkait kondisi mata air saat ini yang mengering, menurut Dwi itu baru kali pertama terjadi sejak tiga tahun. Penyebabnya tak lain karena kemarau panjang.

“Mungkin sudah tiga atau empat bulan ini keringnya. Tapi sebenarnya itu dikeruk (digali, Red) sedikit saja sudah nyumber lagi. Itu kemarin saya coba gali sedikit langsung keluar airnya,” tutur Sunaryo.

Padahal –jika tidak mengering—mata air ini punya peran vital bagi masyarakat. Selain sebagai sumber irigasi bagi pertanian di Desa Kambingan, Kecamatan Pagu, juga sebagai tempat pemandian. Mulai dari anak-anak setempat hingga pendatang dari luar kota.

“Karena di sini kan masih sangat alami sumbernya. Biasanya dipakai renang kalau lagi ada airnya. Tingginya bisa sampai sedada,” ucap.

Kesan alami memang sangat kuat di kawasan mata air itu. Sebagian dinding-dinding mata air diberi bangunan pengaman berupa talud. Sisanya dibiarkan alami sebagai tempat akar-akar pohon besar berada. Di ujung kolamnya, terdapat tanggul dan pintu air yang memisahkan mata air dengan saluran pembuangan air.

“Di sini memang tidak ada pengelolanya. Makanya ketika kering seperti ini, ya hanya dibiarkan saja. Nanti biasanya kalau sudah hujan terus setidaknya sampai seminggu, keluar sendiri lagi airnya,” pungkasnya. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kekeringan #kediri #SUMBER #Mengering