KEDIRI, JP Radar Kediri - Banyak faktor yang membuat seseorang mengalami ganguan kejiwaan. Dari semua faktor tersebut, salah satu yang sering menjadi penyebab adalah pasca-kehilangan. Perasaan kehilangan ini membuat seseorang menjadi depresi. Kemudiann bisa memicu menjadi ODGJ.
“Kehilangan yang dimaksud ini adalah kehilangan peran, pekerjaan, atau momen yang membuat seseorang tersebut bahagia,” jelas Wildan.
Kehilangan yang berat tersebut dapat berdampak pada kesehatan psikisnya. Kondisi ini terjadi saat seseorang mengalami depresi berat. Hingga dinyatakan menjadi ODGJ.
Laki-laki lulusan S2 Keperawatan di Universitas Airlangga ini menjelaskan, ODGJ mengalami delusi atau halusinasi. Halusinasi atau delusi itu terbagi menjadi lima. Yakni halusinasi pendengaran, penglihatan, pengecapan, perabaan, dan penciuman.
“Maka dari itu ODGJ pasti akan tertawa atau berbicara sendiri dan mengalami sesuatu yang hanya dia sendiri yang merasakannya. Padahal di sekitarnya tidak terjadi apa-apa,” jelasnya. Sedangkan ilusi adalah permainan objek. ODGJ akan melihat sesuatu yang abnormal. Berhubungan dengan imajinasi otaknya sendiri.
Pria kelahiran 1990 itu juga menjelaskan lima tahapan berduka pasien yang mengalami proses kehilangan. Tahap pertama seseorang merasa kehilangan adalah denial atau penyangkalan. Kemudian berlanjut pada anger atau marah. Lalu bargaining atau tawar-menawar.
“Bargaining ini tahap berandai-andai. Seperti seandainya saya tidak melakukan itu atau misalnya saya bertindak A maka tidak akan terjadi B,” jelas Wildan. Tahap ini sama dengan perasaan menyesal. Karena tidak bisa melakukan penyelamatan sebelum mengalami kehilangan tersebut.
Tahap keempat adalah depresi. Di titik inilah seseorang akan merasa keadaannya sangat sulit. Akan mulai sadar bahwa hal yang telah hilang tidak bisa diubah dan itu menyebabkan rasa sedih berkepanjangan. Sehingga akhirnya mengalami halusinasi.
Selanjutnya adalah tahap acceptance atau penerimaan. Di tahap kelima ini pasien baru bisa dinyatakan sembuh. Kesadarannya kembali karena telah menerima kondisi yang membuatnya tertekan. Wildan juga menerangkan bahwa pulihnya pasien juga karena dukungan sumber koping yang baik, kemampuan personal, dukungan sosial, aset ekonomi, serta motivasi internal dan eksternal.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah