KEDIRI, JP Radar Kediri - Memasuki kawasan mata air ini, pengunjung akan langsung disuguhkan dengan arsitektur bergaya Jawa. Sebuah gapura menyambut pengunjung yang singgah di mata air yang terletak di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem itu. Mengarahkan siapa saja yang berkunjung ke sana untuk menuju kompleks sumber.
Belakangan, desain ala kompleks kerajaan zaman dahulu itu datang dari sang pengelola mata air. Kawasan sumber ini memang dibangun dan dikelola oleh pihak swasta. “Dulu yang membangun ini namanya Mbah Husen dari Gajah Purwo. Sampai sekarang mereka masih sering ke sini,” ujar Saiful, warga setempat.
Kompleks mata air itu memang sudah banyak dibangun fasilitas penunjang. Di antaranya kamar mandi, aula pertemuan, musala, hingga kantin. Termasuk dua mata air di sana telah diberi bangunan pengaman di sekelilingnya. Meski kondisi mata airnya sendiri semakin mengering karena kemarau.
“Siapa saja boleh ke sini. Ini karena airnya surut saja jadi sepi. Kalau ada airnya, biasanya orang-orang ke sini untuk berendam di sumber,” tuturnya.
Di kompleks seluas lebih kurang 50 meter itu, seluruh kawasannya telah dipasang paving. Sampai-sampai tidak menyisakan lahan terbuka. Alhasil, pohon-pohon besar pengikat air pun jarang ditemui di sana. Hanya ada beberapa pohon besar seperti Pohon Beringin yang sudah berdiri puluhan tahun di sana.
“Kebanyakan ditanami bunga. Seperti Kenanga atau tanaman-tanaman kecil,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah